Jean-Philippe Mateta Isyaratkan Hengkang Menuju Serie A Italia

Share

Penyerang Crystal Palace Jean-Philippe Mateta memberikan sinyal kuat untuk meninggalkan klub asal London selatan tersebut pada bursa transfer musim panas setelah batal pindah ke AC Milan pada Januari lalu.

Pemain asal Prancis berusia 28 tahun itu dikabarkan enggan memperpanjang kontraknya di Selhurst Park yang kini hanya menyisakan durasi satu tahun, dengan prioritas utama melanjutkan karier di kompetisi Serie A Italia.

Dilansir dari CaughtOffside dan Gooner Daily, ketertarikan AC Milan kembali muncul menjelang bursa transfer musim panas, walaupun pergantian posisi pelatih setelah kepergian Massimiliano Allegri berpotensi mempersulit proses negosiasi.

Selain klub raksasa Italia tersebut, Nottingham Forest dilaporkan juga masih terus memantau situasi sang penyerang yang sempat mengalami masa sulit di internal klub akibat gagal lolos tes medis terkait cedera lutut pada hari terakhir bursa transfer musim dingin.

Meski sempat mendapat cemoohan dari suporter dan memicu kekesalan rekan setimnya, Mateta berhasil bangkit dengan mencetak 15 gol musim ini serta membawa Palace menembus babak final Conference League melawan Rayo Vallecano pada Rabu, 27 Mei 2026.

Jurnalis Nicolo Schira mengungkapkan melalui SempreMilan bahwa klub berjuluk Rossoneri tersebut masih menempatkan nama Mateta sebagai opsi potensial untuk mengisi lini serang mereka.

"Milan masih tertarik pada striker Crystal Palace Jean-Philippe Mateta, yang tinggal selangkah lagi menandatangani kontrak dengan Milan selama jendela transfer musim dingin. Pemain Prancis itu tampaknya siap meninggalkan CPFC setelah Piala Dunia dan Rossoneri berada di jendela tersebut," kata Nicolo Schira, jurnalis olahraga.

Kegagalan proses transfer pada Januari lalu diakui oleh Mateta sebagai periode penuh tekanan, terlebih karena dirinya harus bersaing dengan penyerang baru Jorgen Strand Larsen setelah memutuskan untuk tidak menjalani operasi medis.

"Itu tidak mudah," jelas Jean-Philippe Mateta, penyerang Crystal Palace.

Mantan pemain tim nasional Prancis U-21 ini menambahkan bahwa ada banyak tahapan berat yang harus dilalui setelah batalnya kesepakatan kontrak dengan klub asal kota Milan tersebut.

"Itu adalah banyak pekerjaan. Saya bekerja dengan beberapa orang cantik yang membantu saya. Anda hanya harus percaya pada diri sendiri. Ada banyak fase. Saya cedera lalu saya mengalami hal itu dengan Milan," ujar Jean-Philippe Mateta.

Setelah mengetahui kepindahan tersebut resmi batal, fokus utamanya langsung dialihkan untuk mempercepat proses pemulihan fisik demi bisa segera kembali merumput bersama skuad The Eagles.

"Setelah saya berpikir, saya akan menjalani operasi, tetapi kemudian tidak ada operasi. Setelah itu, saya harus kembali. Saya hanya realistis. Ketika saya tahu itu berakhir dengan Milan, saya tahu saya harus kembali," kata Jean-Philippe Mateta.

Kembalinya kebugaran fisik sang pemain pada bulan Maret langsung diikuti dengan torehan gol yang konsisten, yang kemudian menarik perhatian dari pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps.

"Ketika tidak ada operasi, saya tahu saya harus kembali lebih awal di kepala saya dan bekerja keras. Ada striker baru, jadi ada persaingan. Ini hanya sepak bola. Saya bukan yang pertama mengalami ini dan saya tidak akan menjadi yang terakhir. Saya suka tekanan. Saya suka orang-orang berpikir ini sudah selesai padahal belum," tegas Jean-Philippe Mateta.

Pemanggilan ke skuad Les Bleus untuk ajang Piala Dunia menjadi pencapaian besar bagi pemain yang baru mencatatkan debut internasionalnya pada Oktober 2025 itu setelah mendapat pujian dari mantan penyerang legendaris Prancis Thierry Henry.

"Ini berarti banyak hal," aku Jean-Philippe Mateta.

Dirinya pun mengungkapkan rasa bangganya bisa bergabung dengan rekan-rekan senegaranya dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

"Saya tidak punya kata-kata. Ini adalah mimpi. Semua orang bermimpi bermain di Piala Dunia dan mereka memanggil saya. Saya berharap kami pergi ke sana untuk menang," tutur Jean-Philippe Mateta.

Pihak manajemen Crystal Palace dilaporkan siap mempertimbangkan tawaran yang masuk pada musim panas ini, terlebih mereka memiliki opsi untuk mempermanenkan status pemain pinjaman Evan Guessand dari Aston Villa.

"Saya sangat bangga. Setelah semua hal ini, saya mendapat panggilan untuk Prancis – tim nasional terbaik di dunia. Ini sangat berarti bagi saya. Saya tidak akan berhenti bekerja keras," ucap Jean-Philippe Mateta.

Di sisi lain, jurnalis senior Italia Gianluca Di Marzio membongkar cerita di balik batalnya transfer senilai 30 juta poundsterling atau sekitar 35 juta euro tersebut melalui saluran Sky Sport Italia.

Di Marzio mengungkap adanya kebingungan dan perbedaan arah keputusan di internal manajemen AC Milan antara direktur olahraga Igli Tare, staf pelatih, serta petinggi klub pada bursa musim dingin lalu.

Pada awal bursa Januari, AC Milan bergerak cepat mendatangkan Niclas Fullkrug dari West Ham United dengan status pinjaman karena direktur olahraga mendapat informasi bahwa klub tidak memiliki dana tambahan untuk belanja pemain.

Namun, menjelang penutupan bursa transfer, dana sebesar 35 juta euro mendadak tersedia untuk mengejar Mateta tanpa koordinasi yang jelas, sebelum akhirnya proses transfer dihentikan karena kondisi lutut sang pemain dianggap belum meyakinkan saat tes medis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author