JIExpo Kejar Target Transaksi Jakarta Fair 2026 Sebesar Rp 8 Triliun
Manajemen JIExpo mengejar target total transaksi senilai Rp 8 triliun dalam gelaran Jakarta Fair 2026 di Kemayoran, Jakarta, menyusul lonjakan jumlah pengunjung yang membeludak hingga hari keenam pelaksanaan pada Selasa (16/6/2026).
Peningkatan antusiasme masyarakat tersebut diklaim terus tumbuh hampir sepekan sejak hari pertama pembukaan. Faktor pendorong utama dari tingginya angka kunjungan ini adalah adanya perluasan area pameran serta penambahan zonasi baru di dalam kawasan Jakarta Fair.
General Manager Operational JIExpo, Oki Setiawan, mengonfirmasi tingginya grafik kunjungan tersebut saat ditemui di ruang media JIExpo.
“Iya, sangat tinggi sekali tahun ini. Dari hari pertama sampai hari ini, terutama hari ini, pengunjung benar-benar membeludak,” kata Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Pihak manajemen menilai daya beli masyarakat dalam pameran tahunan ini tetap kuat meskipun situasi ekonomi sedang menjadi sorotan. Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah area belanja pakaian di Gedung Pusat Niaga yang menawarkan potongan harga besar-besaran.
“Keinginan masyarakat untuk datang ke sini masih besar. Tahun ini juga kami menghadirkan banyak area baru di Jakarta Fair. Zonasi kami perluas, terutama di Gedung Pusat Niaga,” ujar Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Daya tarik lain pameran tahun ini meliputi pusat fesyen di lantai 2 dan 3 Gedung Pusat Niaga dengan diskon hingga 90 persen, serta kolaborasi merchandise khusus bersama jenama Thailalats. Selain itu, manajemen telah menyiapkan agenda khusus untuk menyambut hari ulang tahun Jakarta pada 21 Juni 2026 melalui acara Malam Muda-Mudi.
“Tahun ini kembang apinya akan jauh lebih spesial, lebih meriah, dan tentu lebih banyak dentumannya,” kata Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Di samping pencapaian positif tersebut, pihak JIExpo melakukan evaluasi terhadap sepinya arus pengunjung di area UMKM Gambir yang sempat ramai dibahas publik. Lokasi tersebut sebenarnya dirancang strategis dengan akses langsung melalui Pintu F dan Pintu 2 yang menjadi jalur masuk kendaraan umum.
“Area UMKM di Gambir terhubung dengan hai dua pintu masuk, yaitu Pintu F dan Pintu 2. Khusus Pintu 2, itu merupakan akses masuk kendaraan umum,” ujar Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Manajemen berencana melakukan analisis lebih mendalam terkait belum optimalnya arus pergerakan massa ke kawasan Kampoeng Betawi tersebut. Penataan area ini diketahui melibatkan pihak eksternal demi memberdayakan pelaku usaha lokal di Jakarta.
“Sebetulnya trafik ke sana juga cukup banyak. Namun untuk meningkatkan kunjungan ke area tersebut, mungkin memang perlu analisis lebih lanjut,” ucap Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Pengelolaan stan UMKM di Kampoeng Betawi diserahkan sepenuhnya kepada Forum Betawi sebagai bentuk kemitraan strategis. Sebagai langkah evaluasi konkret, JIExpo berencana menambah fasilitas baru berupa wahana bermain untuk menarik segmentasi keluarga ke kawasan Gambir.
“Untuk area tersebut, kami bekerja sama dengan Forum Betawi. Kami memberikan ruang bagi organisasi Betawi untuk mengelola area tersebut,” kata Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Rencana penambahan wahana permainan anak kini sedang dalam tahap pembahasan internal manajemen untuk mendongkrak daya tarik zonasi fashion dan hiburan keluarga tersebut. Di luar evaluasi area UMKM, fokus utama manajemen tetap tertuju pada pencapaian target finansial pameran secara keseluruhan.
“Target utama tahun ini adalah transaksi, semoga bisa mencapai Rp 8 triliun,” kata Oki Setiawan, General Manager Operational JIExpo.
Pihak penyelenggara dilansir dari KOMPAS.com mengimbau masyarakat yang belum berkunjung untuk memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan Jakarta Fair 2026 sebelum resmi ditutup.