Julian Nagelsmann Pertahankan Leroy Sane Jadi Starter Timnas Jerman
Pelatih tim nasional Jerman Julian Nagelsmann menegaskan tetap mempertahankan posisi Leroy Sane dalam susunan pemain utama untuk menghadapi Pantai Gading pada pertandingan kedua fase grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung Sabtu, 20 Juni 2026.
Keputusan tersebut diambil di tengah derasnya kritik publik Jerman setelah penyerang sayap asal klub Galatasaray tersebut gagal mencetak gol dalam kemenangan telak 7-1 atas Curacao pada laga pembuka.
Dilansir dari Ruhr Nachrichten melalui ysscores, Nagelsmann pasang badan dan menyatakan bahwa Sane tidak mengalami krisis kepercayaan diri melainkan menjadi korban penilaian sepihak dari masyarakat Jerman.
"Dia telah berlatih dengan baik. Saya bukan seseorang yang bisa digoyahkan oleh opini publik. Saya tidak melihat alasan mengapa saya harus mencoretnya," ujar Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman dalam laporan yang dikutip sekbernews.id.
Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut justru mengalihkan fokus pada kekuatan lini serang Pantai Gading yang dinilai memiliki kecepatan serta kekuatan fisik tinggi melalui laporan akun @iMiaSanMia.
"Mereka tampil hebat di kualifikasi Piala Dunia dan pertandingan persahabatan. Mereka cukup tidak terduga dalam cara bermain mereka. Mereka sangat kuat di sayap, energi mereka saat menguasai dan tanpa bola sangat luar biasa.
"Mereka sangat disiplin dalam cara menekan, tetapi juga dalam cara bereaksi ketika memenangkan bola. Kami akan mencoba menangkal kekuatan mereka besok sebaik mungkin," kata Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Tim panser Jerman dilaporkan sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi transisi cepat sang juara bertahan Afrika tersebut walau enggan membeberkan taktiknya secara rinci kepada media.
"Kami ingin menang, itulah tujuannya. Tidak ada alasan nyata bagi saya untuk mengubah apa pun dalam susunan pemain, tetapi saya juga tidak akan memberi tahu Anda setiap pemikiran saya saat ini. Kami bersemangat dan percaya ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus," tutur Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Sebelum pertandingan melawan Pantai Gading, Nagelsmann juga sempat memberikan penjelasan tambahan dalam wawancaranya bersama media ZDF terkait ekspektasi taktis kepada Sane.
"Jika ia mampu mencetak gol dari dua peluang emasnya, ia mungkin akan mendapat penilaian yang sangat berbeda," kata Julian Nagelsmann membela anak asuhnya seperti dilansir goal.com.
Nagelsmann menjelaskan bahwa Sane baru-baru ini kembali rajin melatih penyelesaian akhir secara individu dan diharapkan mampu membantu kapten Joshua Kimmich menghalau pemain sayap cepat Pantai Gading, Yan Diomande.
"But dia sudah melakukannya; dia bukan tipe pemain yang akan mengecewakan tim. Dia hanya perlu bermain sesuai kemampuannya, dan dia akan memberi kami banyak kegembiraan," kata Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Terkait kedisiplinan bertahan Sane yang membaik, Nagelsmann menekankan hal itu terjadi berkat evaluasi rekaman video serta komunikasi antar pemain pemimpin di dalam skuad seperti sang kapten.
"Kami banyak bekerja dengan rekaman video dan juga memiliki para pemain di tim yang berbicara dengan rekan-rekan setimnya serta menyampaikan apa yang dibutuhkan sebagai sebuah kelompok. Tidak selalu hanya pelatih yang melakukan pekerjaan itu, tetapi juga para pemain," kata pelatih tim nasional Jerman tersebut.
Dukungan serupa juga datang dari mantan gelandang tim nasional Jerman, Ilkay Gündogan, yang memberikan analisis mendalam terkait kondisi psikologis rekan setimnya di Galatasaray tersebut melalui kolom terbarunya di media Der Spiegel.
"Leroy and I spent a lot of time together. So I can say that I know him well. And that’s why it affects me when I see how critically he’s often viewed in Germany.
"Even after the 7-1 win against Curaçao, some consider him the loser of the match. Some are even demanding that Julian Nagelsmann drops him from the starting lineup. I think people don’t understand Leroy.
"And I think they’re doing him an injustice. Leroy is a polarizing figure. I understand that.
"But as a player, it’s incredibly difficult to deal with mentally. Leroy often feels like people are just waiting for him to make a mistake. I notice that he isn’t always as mentally free as he needs to be for his style of play.
"He’s a player who needs room to make mistakes. Only then can he truly flourish. But if he’s constantly worried that the first mistake will immediately trigger criticism, how can Leroy perform consistently?
"We all need to do more to support him" ujar Ilkay Gündogan, Mantan Gelandang Timnas Jerman seperti dilansir mediakompeten.co.id.
Gündogan menambahkan bahwa para suporter modern kerap mengabaikan kerja keras seorang pemain dalam bertahan dan hanya fokus pada torehan gol maupun assist melalui potongan cuplikan pertandingan saja.
"The problem with modern football is that fans often don’t watch the entire 90 minutes anymore. Everything boils down to the highlights. As an attacking player like Leroy, you need goals and assists.
"Otherwise, you’re quickly considered a failure. As teammates, however, we see things completely differently. Take another close look at the game against Curaçao.
"See how Leroy sprinted back 60 meters to support Joshua Kimmich in defense. That’s what his teammates really pay attention to. Is he helping me?
"Is he there when we need him? Does his run create space for his teammates? Ultimately, Leroy, as an attacking player, must also be judged on goals and assists.
"That’s the nature of the business. Everyone has to accept that. But we footballers also evaluate a player’s work ethic for the team.
"And that was certainly there against Curaçao" kata Ilkay Gündogan, Mantan Gelandang Timnas Jerman.
Gündogan mengakui sifat emosional Sane menjadi hambatan terbesar yang membuat sang pemain sering kali kehilangan kebebasan bermain setelah melakukan kesalahan di lapangan hijau.
"Leroy has a problem: he gets too easily discouraged by mistakes on the pitch. He’s a very emotional player. I often tell him he needs to work on that.
"But I hope that people will take a closer look at what Leroy Sané is really like. In my opinion, he can no longer be considered a controversial figure." kata Ilkay Gündogan, Mantan Gelandang Timnas Jerman.