Jurassic World Dominion Pecahkan Rekor Film Termahal di Dunia
Predikat film dengan biaya produksi termahal di sepanjang sejarah perfilman kini tidak lagi dipegang oleh karya pahlawan super Marvel ataupun James Cameron. Rekor finansial tersebut resmi dipecahkan oleh Jurassic World: Dominion (2022), sebuah sinema fiksi ilmiah tentang dinosaurus milik Universal Pictures. Seperti dikutip dari Detikcom, laporan keuangan terbaru di Inggris yang dianalisis oleh Fortune menunjukkan total biaya produksi kotor (gross budget) film penutup trilogi ini menyentuh angka fantastis.
Angka tersebut mencapai USD 658,8 juta atau setara dengan Rp 10,73 triliun. Lonjakan anggaran raksasa ini menggeser posisi pemegang rekor film termahal sebelumnya, yaitu Star Wars: The Force Awakens (2015) karya Disney. Proyek fiksi ilmiah besutan Disney tersebut diketahui menghabiskan dana produksi sebesar USD 638,9 juta atau sekitar Rp 10,4 triliun.
Membubungnya anggaran film yang disutradarai oleh Colin Trevorrow ini ternyata bukan disebabkan oleh kerumitan efek visual (CGI) atau upah para aktor semata. Faktor utama yang memicu pembengkakan dana adalah hantaman pandemi COVID-19 global yang terjadi saat proses syuting berlangsung pada tahun 2020.
Jurassic World: Dominion menjadi salah satu proyek film berskala besar pertama yang tetap melanjutkan produksi di Pinewood Studios, Inggris, saat karantina wilayah menerapkan aturan ketat. Universal Pictures harus merancang protokol kesehatan mandiri demi keselamatan seluruh kru dan pemain dengan pengeluaran yang luar biasa besar. Dokumen keuangan mencatat beberapa pos pengeluaran tidak terduga yang membuat anggaran membengkak, termasuk pengadaan puluhan ribu alat tes COVID-19 secara mandiri. Tes rutin harian dilakukan kepada ratusan kru, lengkap dengan penyediaan alat pelindung diri (APD) serta perekrutan tim medis khusus.
Selain itu, terdapat biaya penundaan produksi ketika syuting dihentikan beberapa kali selama berminggu-minggu akibat adanya kru yang positif. Studio tetap wajib membayar biaya sewa tempat, perawatan set syuting, pengamanan, hingga kompensasi pekerja harian agar proyek tidak telantar. Pihak studio juga menyewa seluruh area hotel mewah The Langley di Buckinghamshire, Inggris, demi meminimalkan risiko penularan dari luar. Para aktor utama seperti Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Jeff Goldblum, Sam Neill, hingga Laura Dern diisolasi bersama keluarga mereka dengan biaya sewa mencapai lebih dari USD 600 atau Rp 9,7 juta per malam.
Subsidi Pajak Pemerintah Inggris
Meskipun pengeluaran kotornya menembus belasan triliun rupiah, Universal Pictures mendapat keuntungan dari kebijakan insentif pajak (tax rebate) pemerintah Inggris melalui British Film Institute (BFI). Langkah ini meringankan beban finansial yang harus ditanggung secara mandiri oleh studio Hollywood tersebut.
Pemerintah Inggris memberikan pengembalian dana tunai sebesar USD 127,8 juta atau sekitar Rp 2,08 triliun karena proyek ini menyerap banyak tenaga kerja lokal. Insentif ini berhasil memangkas pengeluaran bersih (net outlay) Universal Pictures menjadi kisaran USD 531 juta atau setara Rp 8,65 triliun.
Analisis Pendapatan Global dan Keuntungan
Secara global, Jurassic World: Dominion sukses meraup pendapatan box office komersial sebesar USD 1,004 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun di bioskop seluruh dunia. Namun, pendapatan dari tiket bioskop tersebut tidak langsung masuk sepenuhnya ke kantong studio produksi. Universal Pictures wajib membagi pendapatan bioskop sebesar 40 persen hingga 50 persen dengan para pemilik rantai bioskop di berbagai negara.
Anggaran produksi di atas juga belum termasuk biaya pemasaran global yang diperkirakan memakan ongkos tambahan USD 150 juta hingga USD 200 juta. Keuntungan bersih yang didapatkan pihak studio dari penayangan bioskop dinilai tergolong tipis oleh para analis industri. Universal baru meraup laba berlipat ganda pasca-distribusi lewat platform streaming (VOD), hak siar televisi, penjualan Blu-ray, serta penjualan merchandise mainan.
Keberhasilan finansial jangka panjang ini mendorong kelanjutan waralaba melalui film Jurassic World Rebirth (2025) yang dibintangi oleh Scarlett Johansson. Proyek terbaru tersebut menghabiskan anggaran sebesar USD 254 juta dan berhasil mengumpulkan pendapatan global sebesar USD 872,4 juta atau sekitar Rp 15,53 triliun.