KAI Bakal Tutup Permanen Perlintasan Liar Tebet dan Kalideres

Share

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bakal menutup permanen perlintasan perlintasan liar di Tebet, Jakarta Selatan, dan Kalideres, Jakarta Barat, usai dua warga tewas akibat tertemper KRL pada pertengahan Agustus 2026. Rencana penutupan ini dikonfirmasi oleh pihak manajemen setelah insiden di Kalideres menewaskan seorang siswa SMA berinisial DK (18) dan kecelakaan di Tebet menewaskan pria lansia bernama Ishak (80), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyatakan pihak pengelola jalur rel terus berkoordinasi dengan pemerintah wilayah setempat untuk menyosialisasikan langkah penutupan keselamatan ini.

"Segera (ditutup). KAI bersama stakeholder selalu melakukan sosialisasi dan edukasi untuk peningkatan keselamatan, meskipun ada penolakan dari masyarakat," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo.

Franoto menambahkan langkah ekstrem berupa penutupan perlintasan tanpa izin diambil demi mencegah berulangnya bahaya kecelakaan yang mengancam perjalanan kereta api maupun warga sekitar. "Perlintasan liar yang membahayakan perjalanan KA dan masyarakat, kita akan komunikasi dan koordinasi dengan kewilayahan setempat serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk peningkatan keselamatan, yaitu dengan cara ditutup permanen," ujarnya.

Lokasi kejadian kecelakaan di Tebet dan Kalideres sebelumnya memang sudah masuk dalam daftar inventarisir titik yang ditargetkan untuk ditutup oleh pihak rel. "Betul (sudah masuk dalam daftar yang akan ditutup), kita sudah sosialisasi ke masyarakat sekitar," tuturnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengonfirmasi rincian identitas korban lansia yang meninggal dunia di lintasan Tebet. "Korbannya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi. Meskipun penutupan permanen telah direncanakan, pantauan di perlintasan liar Tebet pada Minggu (23/8/2026) menunjukkan jalan selebar dua meter tersebut masih beroperasi normal dengan penjagaan swadaya warga sekitar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author