Kanada Tumbangkan Qatar Enam Gol Tanpa Balas di Piala Dunia

Share

Tim nasional Kanada menumbangkan Qatar dengan skor telak 6-0 dalam laga lanjutan fase grup Piala Dunia yang berlangsung di BC Place, Vancouver, pada Kamis waktu setempat.

Kemenangan bersejarah di hadapan publik sendiri tersebut diwarnai dengan dua kartu merah untuk pemain Qatar serta cedera parah yang dialami oleh gelandang Kanada, Ismael Kone.

Hasil ini menjadi kekalahan terburuk dalam sejarah partisipasi Qatar di Piala Dunia setelah sebelumnya mencatatkan debut pada tahun 2022 dengan tiga kekalahan beruntun.

Kanada langsung memimpin sejak babak pertama melalui gol dari Cyle Larin dan Jonathan David sebelum petaka kartu merah pertama menimpa bek kiri Qatar, Homam Ahmed, pada menit ke-33.

Memasuki babak kedua, gelandang Qatar Assim Madibo diusir keluar lapangan akibat melakukan pelanggaran keras dari belakang yang menyebabkan patah tulang kaki kiri pada Ismael Kone.

Nathan Saliba yang masuk menggantikan Kone kemudian mencetak gol keempat Kanada melalui eksekusi tendangan bebas dari jarak 20 yard pada menit ke-64.

Kiper Qatar, Mahmoud Abunada, bahkan terlihat menangis setelah peluit panjang berbunyi akibat rapuhnya lini pertahanan yang gagal mengantisipasi bola muntah dari penyelamatannya.

Sepanjang pertandingan, Kanada tampil dominan dengan melepaskan 10 tembakan tepat sasaran, sementara skuad Qatar sama sekali tidak mencatatkan satu pun tembakan ke gawang.

Kekalahan telak ini membuat pelatih Qatar harus memberikan penjelasan mengenai situasi sulit yang dihadapi oleh anak asuhnya di lapangan.

"It was a tough match, because everything that could go wrong, did go wrong," kata Julen Lopetegui, pelatih Qatar. "That’s how football is sometimes."

Lopetegui juga menambahkan bahwa para pemainnya sudah berusaha memberikan kemampuan terbaik mereka di tengah situasi laga yang sangat tidak menguntungkan.

"It was a very tough match for many reasons," ujar Julen Lopetegui, pelatih Qatar. "The players did their best. It was very difficult to face this match with two players less with this environment."

Usai pertandingan, sempat terjadi ketegangan antara Julen Lopetegui dan pelatih Kanada, Jesse Marsch, terkait reaksi para pemain di bangku cadangan Qatar terhadap cedera Kone.

"I don’t understand a reaction from their entire bench to try to start a fight about it being a red card when a clear foul just happened that broke a player’s leg," cetus Jesse Marsch, pelatih Kanada. "So, strange behavior."

Di sisi lain, kemenangan pertama Kanada di putaran final Piala Dunia ini disambut dengan sukacita yang luar biasa oleh para pendukung lokal yang memadati stadion.

"It's unbelievable, it's historic, it's history right here. That's a win for Vancouver, it's the first in Canada's history at a World Cup, and we were here to witness it," kata Mattias Cherniak, pendukung Kanada kepada Reuters.

Meski berada di posisi juru kunci Grup B, Qatar masih memiliki peluang lolos ke babak gugur dan dijadwalkan menghadapi Bosnia-Herzegovina pada hari Rabu di Seattle.

Pada pertandingan Grup B lainnya yang digelar di Inglewood, Swiss berhasil mengalahkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 4-1 lewat dua gol Johan Manzambi serta sumbangan dari Ruben Vargas dan Granit Xhaka.

Keberhasilan Swiss membongkar pertahanan lawan di menit-menit akhir pertandingan mendapat pembelaan dari sang pelatih terkait strategi pemilihan pemain.

"We needed to be very patient," ucap Murat Yakin, pelatih Swiss. "We brought in very quick, very fast players."

Sementara itu dari persaingan Grup A, Meksiko dipastikan lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup setelah menang tipis 1-0 atas Korea Selatan di Guadalajara lewat gol tunggal Luis Romo.

Pada laga Grup A lainnya di Atlanta, Afrika Selatan berhasil menahan imbang Republik Ceko dengan skor 1-1 berkat eksekusi penalti Teboho Mokoena di menit ke-83 setelah sebelumnya tertinggal sejak menit keenam oleh gol Michal Sadilek.

Manajer Afrika Selatan menyatakan bahwa timnya sudah bermain dengan sangat baik sepanjang laga di luar kelengahan awal mereka.

"I don't see a reason," jawab Hugo Broos, manajer Afrika Selatan saat ditanya apakah dirinya merasa lega. "I think that we played a very good game today, except for one moment in the beginning of the first half, where we were not concentrated, not focused."

Di pihak lawan, pencetak gol Ceko menilai bahwa timnya sempat kehilangan momentum setelah berhasil unggul cepat di awal babak pertama.

"The pass was well orchestrated, well coordinated," kata Michal Sadilek, pemain Republik Ceko. "But after we scored our goal, we somehow got carried away. We were too much in a block. We kept the opponent playing."

Hasil imbang tersebut membuat Afrika Selatan dan Republik Ceko kini sama-sama mengoleksi satu poin dan diwajibkan meraih kemenangan pada pertandingan terakhir grup untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author