Harry Kane dan Declan Rice Gunakan Oura Ring 5

Share

Kapten tim nasional sepak bola Inggris Harry Kane dan wakil kapten Declan Rice resmi diperkenalkan sebagai duta merek global baru untuk perusahaan teknologi pelacak kesehatan asal San Francisco, Amerika Serikat, bernama Oura. Kemitraan strategis ini bertepatan dengan pelaksanaan turnamen Piala Dunia 2026 yang dimulai pada hari Kamis, 11 Juni 2026, sekaligus menandai peluncuran produk cincin pintar terbaru mereka yang diberi nama Oura Ring 5. Kedua pemain yang baru saja memenangi liga domestik bersama klub masing-masing tersebut menggunakan Oura Ring 5 untuk memantau data kesehatan, kualitas tidur, tingkat stres, serta mengoptimalkan pemulihan fisik di luar lapangan sepak bola.

Oura Ring 5 yang dijual mulai dari harga 399 poundsterling ini memiliki desain 40 persen lebih kecil dibandingkan model sebelumnya serta dilengkapi sensor pemantau suhu kulit, variasi detak jantung, dan asisten berbasis kecerdasan buatan.

Selain mengenakan produk tersebut secara langsung selama turnamen, Kane dan Rice juga membintangi kampanye pemasaran terintegrasi bertajuk Ready? yang diproduksi oleh agensi nice&frank dan disutradarai oleh Louis McCourt melalui rumah produksi Love Song. Kampanye iklan video tersebut menampilkan latar belakang jalanan, kafe, aula snooker, dan garasi di Inggris dengan masyarakat yang melemparkan pertanyaan kesiapan langsung ke arah kamera penonton.

Materi promosi luar ruang digital dari kampanye ini juga dipasang di beberapa lokasi padat pengunjung di Kota London, termasuk Piccadilly Circus, BOXPARK Wembley, dan Canary Wharf. Sebelum merekrut kedua pesepak bola Inggris tersebut, Oura telah menjalin kemitraan sebagai perangkat dpt dipakai resmi untuk Team USA, Olimpiade dan Paralimpiade Los Angeles 2028, serta US Soccer yang mencakup 27 tim nasional.

Chief Marketing Officer Oura Doug Sweeny menjelaskan bahwa Harry Kane dan Declan Rice merupakan representasi yang tepat bagi nilai-nilai yang diusung oleh perusahaan dalam dunia olahraga profesional modern saat ini. "Harry and Declan embody what Oura stands for in sport," kata Doug Sweeny, Chief Marketing Officer Oura. Sweeny menambahkan bahwa performa puncak seorang atlet tidak hanya dibentuk melalui sesi latihan di lapangan, melainkan juga melalui kualitas istirahat, manajemen stres, dan keseimbangan tubuh ketika berada di luar sorotan media.

"The real competitive edge today isn’t simply doing more; it’s having the clarity to listen to your body and give it what it needs to perform at its best," ujar Doug Sweeny, Chief Marketing Officer Oura.

Harry Kane menyatakan antusiasmenya atas kerja sama ini karena dia meyakini bahwa persiapan menjelang turnamen besar di tingkat dunia sangat bergantung pada aktivitas pemulihan fisik yang dilakukan di luar lapangan hijau. "At the highest level of football, I’ve always believed that preparation is not just what happens on the pitch, but what happens off it too," kata Harry Kane, Kapten Timnas Inggris. Penyerang utama tim nasional Inggris tersebut menilai bahwa wawasan data personal real-time dari cincin pintar ini membantunya untuk mengetahui waktu yang tepat dalam memacu fisik atau mengutamakan istirahat.

"Leading my country into this major tournament means every single percentage matters," tambah Harry Kane, Kapten Timnas Inggris.

Kane menegaskan bahwa akurasi data kesehatan personal sangat krusial bagi seorang atlet untuk memastikan tubuhnya berada dalam kondisi siap tempur yang optimal ketika bersaing di panggung kejuaraan dunia. "When you’re competing on the world stage, knowing exactly when to push your body and prioritize recovery is key to securing those extra gains," lanjut Harry Kane, Kapten Timnas Inggris.

Penggunaan perangkat cincin pintar ini juga dirasa memberikan dampak instan bagi Kane dalam memantau seluruh statistik kebugaran fisiknya sepanjang hari secara praktis tanpa mengganggu pergerakan tangannya. "With the personalised insights from my Ōura Ring, I can track my performance and recovery in real-time and ensure I’m always ready to perform at its absolute best," kata Harry Kane, Kapten Timnas Inggris.

Sementara itu, Declan Rice mengungkapkan bahwa menjaga kondisi fisik dan mental melalui pemulihan yang tepat merupakan aspek mendasar yang sangat esensial bagi seorang pemain sepak bola profesional. "When you’re training and competing at the highest level, taking care of yourself in every aspect—physically, mentally and through recovery – is absolutely essential," kata Declan Rice, Wakil Kapten Timnas Inggris. Gelandang Arsenal tersebut mengaku sudah pernah menggunakan perangkat Oura Ring sebelumnya, namun kini alat tersebut telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari rutinitas harian yang mendongkrak potensinya.

"It’s a great product, but it’s also helping me maximise my potential on and off the pitch," ujar Declan Rice, Wakil Kapten Timnas Inggris.

Kerja sama jangka panjang ini dinilai Rice sangat masuk akal bagi kelanjutan kariernya karena alat pemantau kesehatan ini terbukti mampu mengubah cara pandangnya dalam mengelola kebugaran sehari-hari. "I have used the Oura Ring previously, but now it’s part of my everyday routine—it’s been a game changer," kata Declan Rice, Wakil Kapten Timnas Inggris. Di sisi lain, media LBC mengunjungi Grey Court School di Ham, London Barat Daya, yang merupakan sekolah menengah asal Declan Rice untuk mewawancarai mantan guru olahraga dan para murid di sana.

Kepala Departemen Olahraga Grey Court School Stephen Willmore mengenang Rice sebagai sosok remaja yang sangat rendah hati, pekerja keras, dan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan teman-teman sekolah lamanya.

"He’s a lovely down-to-earth young man", kata Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School. Willmore menceritakan bagaimana Rice saat berusia 11 hingga 14 tahun selalu bermain dengan komitmen penuh sebesar 100 persen untuk tim sekolah, bahkan setelah itu harus langsung bergegas menuju sesi latihan akademi Chelsea.

"We wanted him to play, and he wanted to play" ujar Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School. Ketika Rice dilepas oleh akademi Chelsea, Willmore mengingat betapa terpukulnya sang pemain sebelum akhirnya langsung direkrut oleh West Ham dalam waktu 24 jam berkat dukungan luar biasa dari pihak keluarganya.

"He would play a full game, give it his all and then he’d go straight to train for Chelsea. With Declan, when he played for the school, he played 100%, and he wasn’t above anybody", kata Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School. Kepemimpinan Rice semasa di sekolah dinilai menjadi pilar penting yang membentuk perkembangan tim sepak bola Grey Court School hingga bisa menginspirasi generasi murid-murid baru saat ini. "He was our captain, working hard, playing as well as he could every game for us was a massive thing for how our school team developed", tutur Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School.

Keberhasilan Rice menembus skuad Piala Dunia dan menjabat posisi wakil kapten tim nasional menjadi motivasi besar bagi para murid di sekolah lamanya untuk mengejar karier profesional di dunia olahraga.

"Declan was devastated. We all thought he was going to be kept on by Chelsea. The news was extremely disappointing, but within 24 hours he was snapped up by West Ham", ungkap Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School.

Willmore juga menyebutkan bahwa pemain yang kini telah mengoleksi 73 penampilan bersama tim nasional Inggris tersebut selalu meluangkan waktu untuk mengirimkan video penyemangat bagi perayaan olahraga di sekolah. "His family were very supportive. It was a great family to work with and to communicate with, so I'm not surprised he is still this level-headed young man", tambah Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School.

Para murid di Grey Court School menaruh harapan besar agar mantan siswa di sekolah mereka tersebut bisa meraih kesuksesan tertinggi dan kembali ke sekolah dengan status sebagai juara dunia sepak bola.

"He’s such a role model and inspiration to not only the students at Grey Court but so many young boys and girls around the country. It shows what you can do with hard work, and it gives our children something to aspire to." kata Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School. Seorang murid kelas 7 bernama Toren mengungkapkan rasa kagumnya terhadap perjalanan karier Declan Rice yang berawal dari lingkungan sekolah yang sama dengan mereka hingga berhasil melangkah ke turnamen akbar.

"It is really inspiring how he could come from as little as us all the way to the World Cup. He’s such a leader and he leads his team to win the games", kata Toren, Murid Kelas 7 Grey Court School. Murid lainnya bernama Finlay yang juga bermain untuk tim sepak bola sekolah merasa sangat termotivasi melihat alumni sekolah mereka mampu bertanding di level tertinggi kompetisi sepak bola dunia.

"To see how well people in our school have done and what we can achieve, it’s nice to see how far he’s gone", kata Finlay, Murid Kelas 7 Grey Court School. Bagi Ifan, siswa kelas 10 di sekolah tersebut, pencapaian karir yang ditunjukkan oleh Rice merupakan sebuah fenomena yang luar biasa dan sangat sulit untuk dicerna saking hebatnya prestasi yang telah diukir. "With the Champions League final, it’s hard to comprehend just how incredible he is", kata Ifan, Murid Kelas 10 Grey Court School.

Sementara itu, seorang siswi bernama Ruby yang aktif dalam tim sepak bola putri sekolah menyatakan bahwa profil Rice sebagai pemimpin memberikan standar performa yang memicu tim putri untuk berlatih lebih keras.

"definitely helps the girls football standard and makes us work harder", kata Ruby, Murid Grey Court School. Willmore menutup wawancara dengan menegaskan betapa dekatnya hubungan emosional yang terjalin dengan sang pemain dan dampak positif berkelanjutan yang ditinggalkan bagi seluruh komunitas sekolah. "We were very close, he does have time for everybody, he constantly has a smile on his face" ujar Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School.

Pihak sekolah meyakini kehadiran figur Rice mampu menumbuhkan rasa percaya diri bagi talenta-talenta muda di sekolah agar berani bermimpi menjadi atlet profesional di masa depan.

"It would be unbelievable if he could come back [to the school] as a World Cup winner", kata Stephen Willmore, Kepala Departemen Olahraga Grey Court School. Tim nasional Inggris dijadwalkan akan memulai pertandingan pembuka mereka di babak grup melawan Kroasia di Kota Dallas, Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author