Sebelas Kapal Tanker Iran Tembus Blokade Laut Amerika Serikat
Sebanyak 11 kapal tanker Iran berhasil menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat setelah Teheran dan Washington mencapai kesepakatan damai pada Kamis (18/6/2026).
Pergerakan armada tersebut dikonfirmasi oleh pejabat pemerintah Iran, seperti dilansir dari Detikcom melalui media Iran Press TV. Sebanyak delapan kapal dilaporkan melintasi perairan internasional dari wilayah Iran, sementara tiga kapal lainnya memasuki perairan Iran pascapencabutan blokade.
Ketegangan maritim ini bermula ketika Amerika Serikat menerapkan blokade laut terhadap Iran pada April lalu. Kebijakan tersebut diambil di tengah berjalannya negosiasi untuk menghentikan konflik bersenjata antara kedua belah pihak.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Iran di Istana Versailles, Prancis, pada Rabu (17/6) malam waktu setempat. Agenda penandatanganan tersebut turut disaksikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron.
Kesepakatan awal ini menjadi pembuka bagi perundingan damai komprehensif yang dijadwalkan berlangsung dalam kurun waktu 60 hari. Proses negosiasi selanjutnya akan membedah isu-isu krusial, termasuk program nuklir dan rudal milik Iran.
Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri juga memberikan konfirmasi resmi mengenai pengesahan dokumen penghentian perang tersebut.
"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden — sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA.
Baqaei menambahkan bahwa proses penandatanganan dokumen oleh kedua kepala negara dilakukan secara elektronik dari jarak jauh. Pihak Iran juga menegaskan tidak memprioritaskan penyelenggaraan upacara resmi untuk kesepakatan ini.
Sebelum pengumuman resmi dari presiden, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) pada Senin lalu telah memverifikasi penyelesaian teks MoU penghentian perang permanen di semua lini, termasuk Lebanon.
"Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks nota kesepahaman mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat telah diselesaikan pada malam tanggal 15 Juni," bunyi pernyataan SNSC tersebut.
Pihak SNSC menyatakan bahwa seluruh operasi militer dihentikan seketika demi mewujudkan perdamaian jangka panjang.
"Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, diakhiri segera dan secara permanen. Lebih lanjut, blokade laut terhadap Iran diakhiri segera dan sepenuhnya," imbuhnya.