Kapal Tanker Dapat Melintasi Selat Hormuz Melalui Jalur Selatan

Share

Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) menyatakan bahwa kapal-kapal tanker kini dapat mempertimbangkan untuk melintasi Selat Hormuz melalui jalur selatan kapan saja dengan mengaktifkan sinyal mereka. Kebijakan ini dikeluarkan karena pemilik kapal mencari kepastian keamanan pasokan energi pasca-kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, lalu lintas perdagangan minyak melalui Selat Hormuz sempat melonjak pada Kamis pekan lalu, namun kembali mereda keesokan harinya akibat ketidakpastian. Pembukaan rute ini berpotensi mengalirkan kembali pasokan minyak mentah yang tertahan, di mana harga minyak mentah saat ini telah turun lebih dari 35 persen dari titik tertingginya selama perang.

Pihak JMIC menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi kapal niaga untuk melakukan koordinasi dengan angkatan laut Amerika Serikat (AS) saat berlayar di sepanjang pantai Oman tersebut. Kondisi ini bertolak belakang dengan pengumuman pemerintah Iran minggu ini yang mewajibkan adanya izin dari Teheran bagi setiap kapal yang lewat.

"Para pelaut disarankan untuk melintasi jalur selatan siang atau malam hari dengan AIS (Automatic Identification System) aktif, radar memancarkan radiasi, lampu navigasi menyala, dan penggunaan VHF (Very High Frequency) normal," kata JMIC.

Lembaga tersebut juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak eksternal tertentu tidak bersifat mengikat demi kelancaran navigasi internasional.

"Koordinasi dengan NCAGS [National Catalytic Communications General System] tidak wajib. Kapal dapat melintasi jalur selatan tanpa koordinasi." kata JMIC.

Meskipun demikian, para operator kapal tetap diminta waspada terhadap potensi kepadatan jalur dan ancaman ranjau laut. Terkait ancaman tersebut, Dinas hidrografi Pakistan memberikan peringatan mengenai penampakan ranjau di dekat Oman pada Jumat, kendati militer AS mengklaim jalur selatan telah aman dari ranjau. JMIC sendiri kini menurunkan status ancaman keamanan di Selat Hormuz menjadi tingkatan sedang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author