Kapal Tanker Migas Mulai Lintasi Selat Hormuz Pascapanduan AS

Share

Sejumlah kapal minyak dan gas bumi mulai melintasi Selat Hormuz pada Kamis (18/6/2026) sebagai respons awal industri pelayaran terhadap kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari Bloombergtechnoz. Tiga kapal supertanker muatan penuh milik perusahaan negara Arab Saudi, Bahri, dilaporkan telah mengaktifkan sinyal pelacakan mereka di Teluk Oman. Ketiga kapal bernama Shaden, Jaham, dan Awtad tersebut sebelumnya terjebak di Teluk Persia sejak konflik bersenjata dimulai.

Pergerakan ini menandakan volume besar pertama sekitar 6 juta barel minyak mentah Arab Saudi yang berhasil melintasi jalur air strategis tersebut sejak awal perang. Selain kapal Arab Saudi, sebuah kapal pengangkut gas alam cair asal Qatar dan sebuah kapal tanker bahan bakar dari China juga dilaporkan telah keluar dari selat.

Para pelaku pasar kini mengamati dengan cermat potensi keluarnya kapal-kapal lain yang masih tertahan di kawasan tersebut dalam beberapa waktu ke depan. Sebelum penandatanganan perjanjian damai, terdapat lebih dari 100 kapal tanker minyak yang terjebak di dalam selat, termasuk sekitar 30 kapal supertanker berkapasitas masing-masing 2 juta barel.

Penutupan Selat Hormuz selama lebih dari tiga bulan telah membatasi akses pengiriman energi global dari Teluk Persia, sehingga sebagian kapal terpaksa mematikan transponder lokasi atau berlayar dengan izin khusus dari Teheran. Pergerakan armada saat ini terjadi menyusul panduan resmi dari pemerintah Amerika Serikat awal pekan ini mengenai bantuan rute pelayaran selatan di dekat garis pantai Oman. Meskipun aktivitas pelayaran mulai berjalan, volume transit saat ini masih terhitung rendah jika dibandingkan dengan tingkat lalu lintas sebelum pecahnya perang. Para pemilik kapal saat ini dilaporkan masih mencari kejelasan operasional pembukaan jalur air, sementara para broker mencatat adanya selisih harga yang besar antara pemilik kapal dan pihak penyewa hingga Rabu (17/6/2026).

Kekhawatiran mengenai keberadaan ranjau di sepanjang rute pelayaran juga masih membayangi sebagian kelompok pemilik kapal. Hingga saat ini, pihak QatarEnergy, Cosco Shipping, maupun Bahri belum memberikan tanggapan resmi mengenai operasional dan status kesepakatan navigasi kapal-kapal mereka dengan pihak Teheran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author