Kartu Merah El Mourabet Picu Kontroversi Saat Strasbourg Dilibas OM
Pengamat sepak bola Daniel Riolo mengkritik keras kepemimpinan wasit Ruddy Buquet usai mengusir gelandang RC Strasbourg Samir El Mourabet saat kalah 0-4 dari Olympique de Marseille pada laga pembuka Ligue 1, Jumat (21/8/2026).
Hukuman kartu merah langsung diberikan kepada El Mourabet pada menit ke-59 akibat pelanggaran ringan terhadap pemain Marseille Pierre-Emile Hojbjerg. Keputusan tersebut dinilai merusak dinamika pertandingan yang sebelumnya berjalan seimbang tanpa gol pada babak pertama.
Pengusiran pemain bernomor punggung 29 itu menjadi titik balik kehancuran Strasbourg yang kemudian kebobolan tiga gol tambahan dalam 15 menit terakhir pertandingan. Keputusan wasit ini memicu sorotan tajam karena dinilai terlalu berlebihan untuk tingkat pelanggaran yang terjadi.
"Saya sedang menikmati kepemimpinan wasit di babak pertama. Saya berpikir mengapa kita tidak menggunakan gaya pengadilan seperti di Piala Dunia, namun tiba-tiba di pertengahan laga kita jatuh pada kartu merah yang konyol, kartu merah langsung," kata Daniel Riolo, pengamat sepak bola.
Ia menilai regulasi pertandingan saat ini terlalu kaku karena langsung memberikan hukuman maksimal tanpa mengindahkan tahapan peringatan terlebih dahulu.
"Sekarang ada aturan baru bahwa peringatan saja tidak cukup. Pelanggaran biasa langsung diganjar kartu merah direct. Kakinya tidak patah. Aturannya konyol karena kartu merah langsung seperti ini membunuh pertandingan," ujar Daniel Riolo.
Kekalahan ini memberikan dampak ganda bagi Strasbourg. Selain menempati dasar klasemen akibat kebobolan empat gol, mereka dipastikan kehilangan El Mourabet akibat sanksi larangan bermain saat menghadapi RC Lens pada 29 Agustus 2026.
Gelandang Strasbourg Bemba Diop mengakui bahwa keputusan wasit tersebut mengubah jalannya laga secara drastis. Pihaknya merasa kesulitan untuk bangkit setelah tertinggal gol dan harus bermain dengan sepuluh orang.
"Ketika kami kebobolan gol pertama dan mendapat kartu merah, semuanya menjadi sangat sulit," kata Bemba Diop, gelandang RC Strasbourg.
Di sisi lain, situasi internal Marseille juga diwarnai tekanan setelah bek Leonardo Balerdi mendapat cemoohan dari pendukungnya sendiri di Stadion Vélodrome pada laga uji coba sebelum musim bergulir. Pelatih Marseille Bruno Genesio memberikan pembelaan terbuka atas kondisi mental pemainnya tersebut.
"Leo sangat menderita dengan apa yang terjadi padanya, tetapi kami ada di sini untuk membantunya. Saya sering berbicara dengannya untuk memberikan dukungan," kata Bruno Genesio, pelatih Marseille.
Ia menambahkan bahwa masalah cedera dan ketidakpastian transfer membuat opsi lini belakang timnya sangat terbatas menjelang awal musim.
"Leo tidak bisa mengatasi kesulitannya sendirian, dia membutuhkan kami. Melainkan melawan Atletico itu adalah titik yang cukup berat dan kami semua menderita untuknya," ujar Bruno Genesio.
Strasbourg kini harus membenahi kedalaman skuadnya tanpa kehadiran El Mourabet di lini tengah untuk menghadapi pertandingan pekan kedua Ligue 1 akhir pekan mendatang.