Karyawan Injak Kulit Ayam Mentah Tanpa Alas Kaki, Restoran Ini Dikecam
Sebuah restoran ayam goreng mendapat kecaman keras setelah rekaman video yang memperlihatkan seorang karyawannya menginjak kulit ayam mentah tanpa menggunakan alas kaki tersebar luas di media sosial. Aksi tersebut memicu kemarahan masyarakat hingga membuat pemerintah setempat turun tangan untuk memeriksa dugaan pelanggaran keamanan pangan. Seperti dilansir dari Detik Food, insiden ini terjadi di gerai Wu Liang Wu Fried Chicken cabang Taiping, Kota Taichung, Taiwan.
Dalam video yang beredar, seorang pria tanpa pakaian atasan terlihat berdiri di dalam wadah berisi kulit ayam mentah dan menginjaknya berulang kali.
Pria tersebut bahkan sempat berkelakar di depan kamera dengan menyebut dirinya sedang melakukan eksfoliasi pada kulit ayam. Di sekitar area tersebut juga tampak beberapa wadah lain yang memuat kulit ayam dalam jumlah yang cukup banyak.
Rekaman ini langsung memancing kemarahan netizen yang menyatakan enggan kembali membeli makanan di gerai tersebut karena kehilangan kepercayaan. Ulasan negatif juga membanjiri halaman Google untuk restoran Wu Liang Wu Fried Chicken, di mana pengguna memberikan rating bintang satu.
Beberapa netizen bahkan mengubah nama restoran menjadi 'Barefoot Fried Chicken Specialist' hingga 'Foot Reflexology Shop', sementara pelanggan lama menuntut pengembalian uang. Merespons gelombang protes tersebut, manajemen Wu Liang Wu Fried Chicken menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial Threads. Pihak manajemen mengklaim bahwa kulit ayam yang ada di dalam video merupakan limbah sisa makanan yang tidak akan dijual kepada konsumen.
Menurut penjelasan mereka, tindakan itu merupakan lelucon dari seorang karyawan yang tidak mengira bahwa rekamannya akan tersebar luas.
Manajemen menyatakan telah memecat karyawan yang bersangkutan dan berencana untuk menempuh jalur hukum terkait insiden ini. Mereka juga berjanji akan memperketat pelatihan bagi seluruh staf dan siap bersikap kooperatif dengan otoritas yang sedang melakukan penyelidikan. Kendati demikian, publik masih meragukan pembelaan pihak restoran karena jumlah kulit ayam dalam video dinilai terlalu banyak untuk sebuah limbah.
Kutipan langsung dari salah satu netizen mempertanyakan klaim tersebut.
"Sebanyak ini dibilang limbah? Strategi humas yang hebat," tulis seorang pengguna. Netizen lainnya turut mempertanyakan apakah pembuktian tindakan menginjak makanan tersebut masih dapat dilakukan melalui proses pemeriksaan medis atau laboratorium.
Otoritas keamanan pangan Taiwan kini telah meluncurkan penyelidikan resmi dan segera mengirimkan tim inspeksi ke lokasi restoran. Apabila terbukti melanggar standar kebersihan, pengelola wajib melakukan perbaikan, dan jika tidak dipatuhi, mereka terancam sanksi denda sesuai Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan Taiwan.