Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah di Tambora Jakarta Barat
Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (28/5) pukul 19.47 WIB yang menghanguskan puluhan rumah warga. Musibah ini memaksa ratusan warga mengungsi dan menghancurkan harta benda mereka.
Sebanyak 27 rumah tinggal hangus terbakar dan mengakibatkan 250 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut, dilansir dari Detikcom. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 23.32 WIB setelah petugas mengerahkan 21 mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
Seorang warga setempat bernama Sujay menceritakan situasi darurat ketika ia harus menyelamatkan orang tuanya dari kobaran api yang cepat membesar. Saat insiden terjadi, ia baru saja tiba di rumah setelah menyelesaikan urusan pekerjaannya.
"Ya, kebetulan saya ada di rumah, pulang kerja, tapi api udah membesar. Karena api dekat, udah gede banget, saya nyelamatin orang tua saya dulu. Ke depan, lagi sakit dia," kata Sujay, korban kebakaran.
Kondisi fisik orang tua Sujay yang sedang menderita sakit parah membuatnya tidak mampu melarikan diri secara mandiri. Hal tersebut memaksa Sujay mengambil tindakan cepat dengan cara menggendongnya keluar dari area bahaya.
"Lagi sakit dia, lagi nggak bisa jalan, habis cuci darah kemarin hari Rabu. Iya, besok cuci darah lagi," kata Sujay.
Proses evakuasi dilakukan dengan menerobos kepungan asap ke tempat aman yang jaraknya tidak jauh dari kediaman mereka.
"Digendong. Iya digendong dulu, baru agak jalan dikit ke sana, ke depan," sambung Sujay.
Selain menyelamatkan anggota keluarga, Sujay juga berupaya mengamankan kendaraan roda dua miliknya di tengah kepanikan warga. Di tengah kepungan api tersebut, terdengar suara dentuman keras yang diduga berasal dari tabung gas yang meledak.
"Ada kayak itu pas saya evakuasi motor ya, setelah ibu saya keluar, evakuasi motor tuh ada ledakan kayak gitu, ada gas kayaknya. Ada ledakan itu udah gede banget itu apinya. Gas kayaknya itu," ujar Sujay.
Kendaraan sepeda motor milik Sujay berhasil diselamatkan dari lalapan api meskipun posisinya sudah sangat dekat dengan pusat titik kebakaran.
"Alhamdulillah, (motornya) selamat. Berapa meter lagilah itu. Kayaknya berapa meter lagi, 5 meter kali ya," kata Sujay.
Seluruh anggota keluarga Sujay dilaporkan selamat tanpa mengalami luka fisik sedikit pun akibat peristiwa kebakaran ini. Kendati demikian, tidak ada barang berharga atau pakaian yang bisa diselamatkan dari dalam rumah mereka.
"Aman, alhamdulillah. Nggak ada yang luka sama sekali. Cuma pakaian semua habis semua," kata Sujay.
Kini para korban yang kehilangan tempat tinggal sangat mengharapkan adanya bantuan material dari pihak pemerintah daerah untuk membangun kembali pemukiman mereka.
"Ya, harapan, pemerintah ya, mudah-mudahan (saya) bisa terbantu dengan alat-alat bangunannya, ya kan? Biar meringankanlah beban saya, yang telah jadi korban kebakaran, itu aja," kata Sujay.