Kebakaran Hanguskan 75 Rumah Adat dan Benda Pusaka di Desa Sade Lombok

Share

Insiden kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akibat dugaan korsleting listrik dari jaringan kabel yang berdempetan, dilansir dari Detik Travel.

Kementerian Kebudayaan mencatat peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.05 WITA. Kobaran api menyebar dengan sangat cepat karena struktur bangunan tradisional Sasak di kawasan destinasi wisata budaya tersebut berada dalam posisi yang saling berdekatan.

Dampak bencana ini menghanguskan sedikitnya 167 aset bangunan, yang mencakup 75 rumah adat serta 69 toko kerajinan atau artshop. Selain itu, delapan lumbung alang dan 12 unit rumah panggung tradisional khas masyarakat Sasak turut dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Musibah ini juga memusnahkan sejumlah benda pusaka dan koleksi berharga yang memiliki nilai sejarah serta spiritual tinggi bagi warga lokal. Sebagian besar artefak berharga tersebut gagal diselamatkan dari kobaran api saat insiden terjadi.

"Di antaranya adalah berbagai jenis keris, tombak, klewang (setiap keluarga rata-rata kehilangan 3-4 bilah keris yang tidak sempat diselamatkan), 10 set peralatan seni Peresean, delapan unit Gendang Beleq (empat unit berhasil diselamatkan), serta kemusnahan Gong Tua ritual dan naskah-naskah kuno berbahasa Sanskerta," kata Kementerian Kebudayaan.

Menanggapi musibah ini, pemerintah pusat langsung merancang langkah penanganan cepat untuk menyelamatkan sisa-sisa peninggalan bersejarah yang masih berada di lokasi kejadian.

"Prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini adalah mengamankan dan mengidentifikasi seluruh objek material yang tersisa, baik penyelamatan fisik maupun non-fisik," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Penyelamatan fisik berfokus pada penyisiran reruntuhan bangunan guna mencari sisa kain tenun, benda pusaka, hingga fragmen manuskrip kuno. Sementara penanganan non-fisik mencakup pendokumentasian sejarah lokal, cerita rakyat, serta pengetahuan tradisional dari para tetua adat Desa Sade yang telah berdiri sebagai kawasan wisata sejak 1982 tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author