Kebakaran Hanguskan 129 Rumah Adat di Kampung Sade NTB
Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Sekitar 129 rumah adat yang terbuat dari jerami dan anyaman bambu hangus terbakar.
Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan pihaknya melakukan pemadaman intensif dan evakuasi warga terdampak. "Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di TKP," ujar Lalu Winakse dilansir dari Detikcom.
Salah satu warga, Amaq Imi, menyatakan kebakaran terjadi tiba-tiba saat warga tertidur sehingga banyak barang berharga seperti kain tenun dan ponsel tidak sempat diselamatkan. "Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya gunakan ini saja," kata Amaq.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan pemerintah akan memenuhi kebutuhan dasar warga dan menjaga kelangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak. "Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat," ujar Iqbal di lokasi kebakaran.
Iqbal menegaskan kebutuhan sandang, pangan, dan rasa aman bagi keluarga terdampak menjadi prioritas. "Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," tegasnya.
Pemprov NTB berencana merekonstruksi rumah-rumah adat yang terbakar karena Kampung Sade merupakan ikon budaya masyarakat Sasak. "Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade," ungkap Iqbal.
Kepolisian Daerah NTB bersama Polres Lombok Tengah menyelidiki penyebab kebakaran dengan menggelar olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi. "Sampai sekarang belum. Nanti menunggu hasil dari tim ini ya," kata Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto.
Personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah telah diterjunkan untuk evakuasi dan pengamanan lokasi. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area kebakaran yang meludeskan rumah tradisional masyarakat Sasak.