Kebakaran Hanguskan Hotel Fairfield Inn di Lincoln Akibat Puntung Rokok

Share

Kebakaran besar menghanguskan seluruh bangunan Hotel Fairfield by Marriott Inn & Suites di Lincoln Utara pada Senin malam, 15 Juni 2026, setelah api dari puntung rokok merembet ke dinding dan atap. Petugas Lincoln Fire and Rescue (LFR) menerima laporan kebakaran dan ledakan tersebut sekitar pukul 18.50 waktu setempat di dekat Jalan Superior dan Industrial Avenue. Kerugian akibat rusaknya hotel berlantai tiga ini diperkirakan mencapai 7 juta dolar AS, namun seluruh tamu dan staf berhasil dievakuasi dengan aman tanpa ada korban cedera. Juru bicara LFR, MJ Lierman, menjelaskan bahwa alarm kebakaran diaktifkan secara manual oleh manajemen hotel setelah menerima laporan dari seorang saksi mata di luar gedung.

"The hotel manager alerted and pulled the fire alarm because there was no smoke alarms and nothing was inside the interior," kata MJ Lierman, Petugas Informasi Publik Lincoln Fire and Rescue.

Lierman menambahkan bahwa petugas sempat melakukan penyisiran ke kamar-kamar sebelum akhirnya kondisi bangunan memburuk dan memaksa mereka mundur demi keselamatan. "We searched the building, making sure no one was in any other rooms until we absolutely had to pull out and go defensive on the structure because it was collapsing," ujar MJ Lierman, Petugas Informasi Publik Lincoln Fire and Rescue.

Menurut tim investigator, api dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga membakar tanaman di luar hotel lalu merembet ke ruang dinding yang tersembunyi hingga ke area loteng. Lierman juga bersyukur insiden ini tidak terjadi pada larut malam saat para tamu sedang tertidur. "If this would have been later in the evening or while people were sleeping, this would have been a really different situation," tutur MJ Lierman, Petugas Informasi Publik Lincoln Fire and Rescue.

Pihak pemadam kebakaran mengapresiasi kejelian saksi mata yang mendeteksi kobaran api sejak awal sehingga penanganan cepat bisa dilakukan. "We’re really fortunate the bystander noticed it when he did and that everything worked out the way it did," ucap MJ Lierman, Petugas Informasi Publik Lincoln Fire and Rescue. Komandan Batalyon LFR, Jim Bopp, menyatakan bahwa kobaran api langsung meluas ke atap sesaat setelah petugas tiba di lokasi kejadian, yang memicu keruntuhan struktur bangunan utama.

"No one's going to be allowed back in the hotel. It's not safe," kata Jim Bopp, Komandan Batalyon LFR.

Bopp menegaskan bahwa kondisi bagian dalam bangunan sudah hancur total dan tidak menyisakan ruang yang aman untuk dimasuki kembali oleh siapa pun. "As a matter of fact, a short time ago, we had a report that both the third and second floors collapsed to the first floor and a certain section of this building," ujar Jim Bopp, Komandan Batalyon LFR. Staf resepsionis hotel, Aaron Schmoldt, menceritakan kepanikan awal saat dirinya mencoba memadamkan api sebelum ledakan melanda gedung.

“Somebody came in and yelled ‘fire,’” kata Aaron Schmoldt, pekerja resepsionis hotel.

Schmoldt langsung bergegas mengambil alat pemadam api ringan setelah mendengar teriakan tersebut, namun situasi mendadak berubah menjadi sangat berbahaya. “I came out, I grabbed an extinguisher to try to put it out and the next thing I know the building exploded,” ujar Aaron Schmoldt, pekerja resepsionis hotel.

Seorang tamu hotel, Victor Randazzo, mengonfirmasi bahwa keputusannya untuk segera keluar dari kamar diambil tepat saat melihat api mulai mendekati lorong tempatnya menginap. “I looked down the hall and I saw the flames,” kata Victor Randazzo, tamu hotel.

Randazzo langsung menyadari bahaya besar yang mengancam nyawanya dan tidak berpikir panjang untuk segera menyelamatkan diri ke luar gedung. “I said, ‘Holy you know what, it’s time to get out of here,’” ujar Victor Randazzo, tamu hotel. Tamu lainnya, Jonathan Case, yang sedang mengikuti pelatihan di National Drought Mitigation Center Universitas Nebraska-Lincoln, sempat mengira alarm tersebut hanyalah sebuah simulasi belaka.

"At first I thought it was a fire drill, but then I heard somebody say the building was on fire," kata Jonathan Case, tamu hotel.

Case kemudian melihat asap mengepul di dekat pintu masuk samping dan langsung keluar sambil membawa barang-barang sebisanya sebelum material atap mulai runtuh ke area parkir. "Plywood and roofing material came raining down on the hood and windshield of my rental car," ujar Jonathan Case, tamu hotel. Meskipun kehilangan sebagian barang, Case merasa bersyukur karena seluruh penghuni bangunan berhasil lolos dari maut tanpa mengalami luka sedikit pun.

"All it matters is people got out safe, and things can be replaced. Belongings can be repurchased," tutur Jonathan Case, tamu hotel.

Tamu asal Minnesota, Ryan Viets, yang berada di Lincoln untuk urusan pekerjaan, juga menceritakan bagaimana kepulan asap tebal sempat menutup akses keluar mereka melalui tangga barat. “I knew I had to get out when I saw the smoke,” kata Ryan Viets, tamu hotel.

Viets terpaksa meninggalkan seluruh barang berharganya di dalam kamar demi mengutamakan keselamatan jiwanya di tengah kekacauan tersebut. “We couldn’t even get down the west side stairwell,” ujar Ryan Viets, tamu hotel.

Situasi di luar hotel pun digambarkan sangat menegangkan karena beberapa bagian atap mulai runtuh menimpa kendaraan tepat sebelum armada pemadam kebakaran tiba. “Part of the roof collapsed onto a car right in front of me, and then the fire trucks started to show up,” ucap Ryan Viets, tamu hotel.

Organisasi Palang Merah Amerika Serikat (Red Cross) kini telah turun tangan untuk membantu memfasilitasi tempat penampungan bagi para tamu hotel yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang pribadi mereka akibat musibah ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author