Kebakaran Melanda Pabrik Sandal di Cipondoh Tangerang

Share

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang bersama tim gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran besar yang melanda pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Cipondoh, Kota Tangerang, sejak Minggu (21/6/2026) malam. Insiden yang dilaporkan terjadi mulai pukul 22.31 WIB ini menghanguskan area pabrik seluas kurang lebih 1.000 meter persegi dan memicu kepulan asap hitam pekat ke langit.

Sebanyak 19 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan guna menjinakkan api. Pemadam kebakaran dibantu oleh personel Koramil, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta puluhan relawan di lapangan.

"Dalam penanganan kejadian tersebut, Pemkot Tangerang mengerahkan sebanyak 95 personel pemadam kebakaran yang didukung 19 unit armada pemadam," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar.

Pemerintah Kota Tangerang juga mengintegrasikan berbagai instansi terkait demi mempercepat penanggulangan situasi darurat ini.

"Selain itu, turut dilibatkan personel dari Koramil, Dinas Kesehatan, serta relawan untuk memperkuat proses penanganan di lapangan," sambung Mahdiar.

Fokus utama petugas saat ini adalah melokalisasi titik api agar tidak terus meluas ke bangunan lain di sekitar area industri tersebut.

"Seluruh personel yang bertugas saat ini masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan api dapat segera dikendalikan serta mencegah risiko yang dapat membahayakan lingkungan sekitar," papar Mahdiar.

Koordinasi erat terus dijaga antarunsur kedaruratan untuk memastikan penanganan berjalan optimal hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.

"BPBD Kota Tangerang memastikan seluruh unsur yang terlibat terus bersinergi hingga proses pemadaman dan pengamanan lokasi selesai dilakukan," kata Mahdiar.

Masyarakat setempat diimbau untuk menjauhi lokasi kebakaran guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memperlancar jalannya mobilitas armada pemadam.

"Dalam bal ini kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area kejadian demi kelancaran proses pemadaman serta keselamatan bersama," imbau Mahdiar.

Penyemprotan intensif diarahkan pada zona belakang pabrik yang berbatasan langsung dengan tempat tinggal penduduk sekitar.

"Ini (bagian belakang) adalah titik terparah saat terjadi kebakaran semalam di bagian belakang pabrik yang dekat dengan permukiman warga. Alhamdulillah, sampai saat ini permukiman warga aman terkendali," ujar Mahdiar.

Tim pemadam juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah pasokan air melalui armada tangki guna mendinginkan tumpukan material.

"Untuk mencegah api kembali menyala," kata Mahdiar.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang, dan belum ada laporan mengenai korban jiwa.

"(Pabrik) Sun Swallow," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia.

Andia menjelaskan bahwa struktur bangunan pabrik menyimpan material yang sangat mudah terbakar sehingga menghambat proses pemadaman.

"Ada 3 lokal area terbakar yang di dalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, aneka cairan kimia penunjang produksi. Dengan karakteristik bahan tersebut memerlukan waktu yang lebih lama dalam proses pemadaman," kata Andia.

Guna mendukung stamina para petugas yang terus berjibaku melawan kobaran api, PMI Kota Tangerang turut menyalurkan logistik medis di lokasi.

"Kita berikan bantuan oksigen kepada petugas yang bertugas memadamkan kebakaran sejak malam hingga kini," kata Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah.

PMI juga menyiagakan ambulans bersama Dinas Kesehatan dan mengerahkan personel tingkat kecamatan untuk mendampingi warga terdampak asap.

"Untuk yang petugas kecamatan memantau kondisi warga dan siapkan bantuan jika diperlukan," ujar Oman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author