Kebakaran Kebakaran Ratakan 129 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok

Share

Insiden kebakaran hebat melanda kawasan Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (22/8/2026) malam. Peristiwa tersebut meratakan 129 rumah warga dan berdampak pada 320 jiwa, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Kobaran api membakar kawasan pemukiman warga Sasak tersebut hingga ke area masjid dekat tugu Desa Adat. Selain melahap rumah penduduk, api juga menjangkau bangunan supermarket di seberang jalan serta fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BNI dan BRI hingga ludes.

Proses pemadaman sisa-sisa api dan kepulan asap di lokasi puing-puing material masih terus dilakukan oleh petugas Dinas Kebakaran Lombok Tengah bersama aparat TNI dan karyawan PDAM setempat pada Minggu pagi.

Sejumlah warga terlihat mengumpulkan barang perabotan rumah tangga yang masih utuh seperti kompor, gelas, piring kaca, dan tabung gas di antara puing bangunan. Struktur rumah beratap ilalang dan berdinding anyaman bambu menjadi faktor penentu cepatnya kobaran api menyebar.

Salah seorang warga Desa Adat Sade, Amaq Emi, memberikan penjelasannya mengenai dugaan awal penyebab munculnya titik api di pemukiman tersebut.

"Ada sekitar 150 rumah ini. Kalau semunya itu total 700 KK," kata Amaq Emi.

Pria berusia 43 tahun itu menerangkan bahwa hembusan angin membuat kobaran api cepat menjalar ke seluruh area bangunan adat.

"Dari sana (menunjukkan salah satu rumah). Mungkin dari dapur atau listriknya yang konslet sehingga api nyala," kata Amaq Emi.

Sementara itu, warga setempat lainnya, Menah alias Inaq Husna, mengungkapkan rasa trauma akibat kecepatan api yang membakar pemukiman saat dirinya sedang tertidur.

"Saya lagi tidur, terus dibangunin setelah api sudah besar. Saya kaget dan coba lari evakuasi diri," kata Menah.

Ia kini terpaksa mengungsi bersama keluarganya ke rumah kerabat terdekat dan berharap adanya penanganan cepat dari pihak pemerintah setempat.

"Kami berharap pemerintah segera mencari solusi. Karena kami sudah tidak punya apa-apa lagi," kata Menah.

Menah memperkirakan nilai kerugian materiil yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah akibat barang berharga yang ikut terbakar.

"Yang mahal itu barang-barang di dalam. Seperti kain tenun, baju adat dan harta yang lain," kata Menah.

Kampung Adat Sade sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Pulau Lombok yang melestarikan kebudayaan serta tradisi arsitektur khas Suku Sasak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author