Kebun Binatang Bangladesh Tampung Kerbau Albino Mirip Donald Trump
Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram yang viral karena memiliki rambut pirang mirip Donald Trump lolos dari penyembelihan Iduladha di Bangladesh setelah resmi dipindahkan ke kebun binatang nasional pada Kamis (28/5), seperti dilansir dari Detik Travel.
Otoritas terkait menyelamatkan hewan langka tersebut beberapa jam sebelum menghadapi pisau jagal demi tujuan konservasi satwa. Kebun Binatang Nasional di Dhaka kini bertanggung jawab penuh atas perawatan khusus satwa unik tersebut.
Kurator Kebun Binatang Nasional, Atiqur Rahman, memastikan kesiapan fasilitas penampungan bagi hewan yang sempat menarik perhatian massa itu. Proses karantina akan diberlakukan terlebih dahulu sebelum kerbau dapat diakses publik.
"Kami telah menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menunjuk seorang pengasuh," kata Rahman kepada AFP, Rabu (27/5).
Ia juga menambahkan bahwa hewan tersebut harus menjalani masa karantina selama dua pekan terlebih dahulu.
Sebelum dievakuasi oleh petugas, kerbau berambut unik ini dipelihara oleh seorang warga setempat. Penamaan satwa tersebut terinspirasi langsung dari karakteristik fisiknya yang tidak biasa.
Mantan pemilik kerbau, Zia Uddin Mridha (38), mengungkapkan bahwa saudara laki-lakinya sengaja menamai kerbau itu "Trump" karena keunikan rambutnya.
Menurut Mridha, rumahnya terus didatangi gelombang pengunjung yang penasaran, termasuk para pemburu konten media sosial dan anak-anak, meskipun ia akhirnya sempat menjual hewan tersebut menjelang hari raya.
Langkah pengamanan di lapangan melibatkan kepolisian setelah menerima koordinasi dari dinas terkait. Petugas bergerak cepat untuk mengevakuasi kerbau tersebut dari pemilik terakhirnya.
"Dinas peternakan meminta kami untuk mengambil kerbau tersebut dari pemiliknya karena merupakan hewan langka," tutur Quddus kepada AFP.
Kepala Polisi Sektor Keraniganj Dhaka, Mohammad Ruhul Quddus, menjelaskan bahwa langkah pengamanan ini didasarkan pada pertimbangan konservasi satwa. Otoritas terkait menilai kerbau albino tersebut masih berusia sangat muda sehingga lebih baik jika terus dibesarkan untuk beberapa tahun ke depan.