Ibu Hamil Butuh Vitamin E Sesuai Angka Kecukupan Gizi
Kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan mengalami peningkatan demi menunjang tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Salah satu zat gizi yang memiliki peran penting dalam periode ini adalah vitamin E.
Seperti dilansir dari HaiBunda, vitamin E merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak. Zat ini memegang peran sebagai antioksidan yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Kondisi stres oksidatif yang dipicu oleh radikal bebas berlebih dapat memengaruhi kesehatan ibu sekaligus janin. Selain melindungi sel, vitamin E menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh dan mendukung proses metabolisme selama kehamilan.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi perempuan hamil adalah 15 mg per hari alfa-tokoferol. Jumlah ini setara dengan sekitar 22 IU vitamin E alami atau 33 IU vitamin E sintetis.
Jumlah tersebut berbeda dengan kebutuhan bagi ibu menyusui yang memerlukan asupan lebih tinggi. Ibu menyusui membutuhkan sekitar 28 IU vitamin E alami atau setara dengan 42 IU vitamin E sintetis.
Batas maksimal asupan vitamin E yang masih dapat ditoleransi oleh orang dewasa adalah sebesar 1.000 mg per hari jika bersumber dari suplemen tambahan.
Sumber Alami Vitamin E
Alfa-tokoferol merupakan bentuk vitamin E paling aktif pada manusia dengan kerja antioksidan yang kuat. Nutrisi ini dapat ditemukan secara alami pada beberapa jenis makanan berikut:
- Minyak nabati seperti minyak bunga matahari, minyak safflower, minyak canola, dan minyak zaitun.
- Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti biji bunga matahari, almond, hazelnut, serta kacang tanah.
- Kecambah gandum.
- Beberapa jenis sayuran berdaun hijau dalam jumlah kecil.
Aturan Konsumsi Suplemen Vitamin E
Berdasarkan data National Institutes of Health (NIH), mayoritas ibu hamil dapat memenuhi target konsumsi vitamin E harian lewat penerapan pola makan yang bergizi seimbang.
Tinjauan ilmiah dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menunjukkan bahwa suplemen vitamin E tidak terbukti signifikan mencegah komplikasi kehamilan pada populasi umum. Oleh karena itu, suplemen ini tidak disarankan secara rutin.
Ibu hamil yang mengonsumsi vitamin prenatal disarankan memeriksa kembali tabel kandungan produk. Sebagian besar produk vitamin kehamilan sudah memuat unsur vitamin E dalam takaran yang sesuai.
Konsumsi suplemen dosis tinggi tanpa pengawasan dokter berisiko memicu gangguan perdarahan karena vitamin E memengaruhi proses pembekuan darah. Dokter umumnya hanya memberikan suplemen tambahan pada kondisi medis khusus.