Kemenag Tentukan Batas Waktu Kurban dan Ahli IPB Beri Rekomendasi Wadah
Lebaran Idul Adha selalu identik dengan aktivitas penyembelihan hewan kurban, seperti kambing, sapi, atau kerbau. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan waktu pelaksanaan serta kualitas wadah yang digunakan untuk mendistribusikan daging kepada penerima.
Dikutip dari Detikcom, Bimas Islam Kemenag menyatakan bahwa pemotongan hewan kurban dimulai setelah salat Idul Adha pada 10 Zulhijah. Aktivitas ini dapat berlangsung hingga hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11 sampai 13 Zulhijah, sehingga tanggal 13 Zulhijah menjadi batas akhirnya.Selain masalah waktu, aspek higienitas dalam pembagian daging juga menjadi sorotan penting demi menjaga kualitas pangan dan mencegah kontaminasi. Peneliti Pusat Kajian Halal IPB University, Henny Nuraini, menyarankan masyarakat untuk memilih kemasan jenis food grade.
Menurut dosen Fakultas Peternakan IPB University sekaligus auditor halal LPPOM ini, penggunaan plastik biasa yang bukan untuk makanan memicu risiko buruk terhadap keamanan pangan. Risiko tersebut semakin tinggi jika plastik bersentuhan langsung dengan daging dalam periode yang cukup lama.
"Solusinya adalah menggunakan plastik food grade, kemasan thinwall atau kotak plastik makanan, serta kemasan ramah lingkungan yang tetap aman untuk pangan," ujar Henny.
Henny menjelaskan beberapa alternatif lain yang dapat dipakai oleh masyarakat, mulai dari besek bambu, box kertas, kertas pembungkus, hingga daun pisang. Pemanfaatan daun-daunan ini disesuaikan dengan ketersediaan dan kebiasaan di daerah masing-masing.
Meskipun demikian, box kertas memerlukan lapisan tambahan karena rentan bocor jika dipakai menampung daging segar. Di sisi lain, wadah berbahan kaca dinilai sangat aman untuk makanan tetapi kurang ekonomis jika diterapkan dalam pembagian massal.
Kebersihan wadah pembungkus juga wajib menjadi prioritas utama para panitia kurban. Wadah yang dipakai harus berada dalam kondisi bersih dan layak guna agar tidak memicu terjadinya kontaminasi silang pada daging.
Proses pemisahan antara daging, jeroan, serta tulang juga sangat disarankan saat pengemasan dilakukan. Langkah ini efektif untuk menghindari kontaminasi antarbagian sehingga mutu daging tetap terjaga dengan baik hingga sampai ke tangan masyarakat.
"Dengan mempertimbangkan faktor keamanan pangan, kepraktisan, dan kelestarian lingkungan, masyarakat dapat memilih kemasan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat," jelasnya.