Kemendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Tembus USD 17,5 Miliar

Share

Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencapai US$ 17,5 miliar yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan ajakan penguatan partisipasi tersebut dalam acara CEO Gathering TEI di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

Target transaksi tahun ini mengalami peningkatan dari target pelaksanaan TEI tahun sebelumnya sebesar US$ 16,5 miliar, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Guna mendorong pencapaian tersebut, pemerintah mengoptimalkan ekosistem promosi terintegrasi yang mencakup penjajakan bisnis hingga pengawalan kontrak dagang.

"Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan TEI sebagai momentum untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor. Pemerintah dan dunia usaha perlu memiliki orientasi yang sama dalam menetapkan target ekspor serta memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara," ujar Mendag Budi Santoso, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Strategi utama yang ditekankan kementerian adalah pelaksanaan business matching secara intensif antara eksportir dan calon pembeli potensial sebelum pameran dimulai. Perwakilan perdagangan di luar negeri bakal menerima data peserta lebih awal untuk memetakan pembeli yang sesuai.

"Kami tidak mau pelaku usaha Indonesia yang menjadi peserta pameran TEI hanya bertemu buyer ketika sudah di pameran. Kami sangat menekankan adanya business matching antara peserta TEI dan calon buyer terlebih dahulu sebelum bertemu di TEI ke-41. Jadi, sebelum TEI dimulai, kami serahkan data peserta TEI kepada para perwadag untuk dicarikan buyer," jelas Budi Santoso.

Para pelaku usaha juga diberikan kesempatan mempresentasikan produk kepada atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) demi mengukur kapasitas produksi dan target pasar.

"Kalau ada yang belum jelas, Bapak dan Ibu bisa presentasi dulu kepada atase perdagangan dan ITPC. Jadi, ketika bertemu di pameran, pembahasannya sudah lebih konkret dan peluang transaksi semakin besar," kata Budi Santoso kepada para peserta CEO Gathering.

Metode ini merujuk pada keberhasilan edisi pameran sebelumnya yang mencatatkan penandatanganan 137 dokumen kontrak dagang bernilai USD 9,8 miliar pada hari pertama. Perwakilan perdagangan di negara tujuan dipastikan terus memantau hingga tahap fasilitasi aturan teknis pasca-kontrak.

"Setelah kontrak ditandatangani, bisa saja ada masalah teknis atau aturan baru di negara tujuan. Di situlah perwakilan perdagangan mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi penyelesaian kendalanya," tegas Budi Santoso.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengungkapkan bahwa agenda di Surakarta diikuti oleh 106 perusahaan anggota Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Rangkaian ini turut mencakup penandatanganan MoU kemitraan strategis promosi internasional antara HIMKI dan PT Debindomulti Adhiswasti.

"Melalui kegiatan strategis ini, kami berharap perusahaan-perusahaan unggulan Indonesia dapat memanfaatkan TEI secara optimal sebagai sarana promosi utama di hadapan buyer internasional," ujar Fajarini Puntodewi.

Dukungan juga datang dari kalangan pelaku usaha seperti CV Karya Indoprima yang sebelumnya berhasil menjangkau pembeli dari wilayah Amerika Latin lewat ajang serupa.

"Harapan kami pada TEI 2026, adanya hall khusus untuk furnitur di Hall 9 dan 10 tahun ini akan lebih banyak menarik buyer yang mencari furnitur Indonesia," harap Hendra Sasmita, peserta dari CV Karya Indoprima.

Ajang TEI 2026 juga menjadi tempat pembuka pasar baru bagi para pelaku usaha kecil dan menengah yang baru pertama kali bergabung.

"Harapan saya pameran TEI 2026 mampu membuka jalan baru untuk memperluas pasar global bagi perusahaan kami," kata Fauzan dari Kriya Nusantara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author