Kemendagri Pulihkan Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Gempa M 7,7 NTT
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memulihkan dokumen kependudukan warga terdampak gempa bumi berkekuatan M 7,7 di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Tim Kemendagri menyerahkan hibah dua outer berisi 4.000 keping blanko KTP elektronik, satu unit internet Starlink, satu unit SAM Card, perangkat cetak, kertas A4, serta meminjamkan satu unit alat perekam KTP-el portabel.
Layanan jemput bola dan pelayanan rutin di hari pertama tersebut langsung mencetak 358 dokumen adminduk, mencakup 36 perekaman KTP-el, 94 cetak KTP-el, 174 Kartu Keluarga, 5 Kartu Identitas Anak, 13 aktivasi IKD, 12 Surat Pindah Datang, 18 akta kelahiran, 4 akta kematian, dan 2 akta perkawinan.
Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam menegaskan pentingnya pemulihan layanan dasar publik di wilayah bencana agar hak sipil masyarakat tetap terpenuhi.
"Kehadiran kami di Manggarai Barat adalah amanat untuk memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh. Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan gratis," kata Hani Syopiar Rustam, Sekretaris Ditjen Dukcapil.
Ia menambahkan bahwa pengerahan bantuan teknis ini menjadi langkah nyata untuk memperluas jangkauan petugas ke area pelosok yang terdampak guncangan.
"Dukcapil hadir untuk memastikan warga yang kehilangan atau mendapati dokumen kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya. Bantuan perangkat dan sarana teknis yang kami serahkan hari ini diharapkan memperkuat daya jangkau Dinas Dukcapil Manggarai Barat dalam melayani masyarakat hingga ke pelosok terdampak," ujar Hani Syopiar Rustam, Sekretaris Ditjen Dukcapil.
Kedatangan rombongan ditanggapi secara positif oleh pemerintah daerah setempat meski bangunan kantor dinas mengalami retak-retak akibat getaran gempa.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Ditjen Dukcapil. Bantuan sarana pendukung seperti Starlink dan tambahan blanko KTP elektronik ini sangat krusial bagi kami, mengingat kelancaran sinyal dan pasokan logistik kependudukan amat dibutuhkan untuk mempercepat pelayanan di area bencana," ujar Pius Baut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Manggarai Barat.
Kepala Dinas Dukcapil setempat juga menyampaikan kesiapan personelnya untuk menyisir pengungsian secara rinci.
"Meskipun bangunan kantor kami mengalami retak-retak, semangat anggota di lapangan tidak surut. Dengan adanya alat rekam portable dan ketersediaan blanko dari pusat, kami siap menyisir warga yang kehilangan dokumen di desa-desa terdampak," tutur Valentinus Andi, Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat.
Rombongan turut berkoordinasi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dan Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi BPBD Manggarai Barat.
"Salam hormat kepada Dirjen Dukcapil atas gerak cepat jajaran Kemendagri di lapangan," ujar Yulianus Weng, Wakil Bupati Manggarai Barat.
Hingga Senin sore, aktivitas seismik masih terpantau di Command Center BPBD Manggarai Barat dengan rentetan gempa susulan berkekuatan di bawah M 4, termasuk guncangan 2,6 SR di pesisir Ruteng. Pelayanan tanggap bencana ini dijadwalkan terus berlangsung ke sejumlah titik pengungsian selama beberapa hari ke depan.