Kemendikdasmen Investigasi Dugaan Kecurangan Peserta OSN 2026 di Sumatera Selatan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menginvestigasi dugaan kecurangan seorang peserta yang membawa telepon seluler saat seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat kabupaten/kota pada Juni 2026 kemarin.
Insiden yang sempat beredar di media sosial tersebut terungkap melalui rekaman siaran langsung pengawasan di SMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyatakan bahwa pihaknya telah merespons laporan tersebut dan meneruskannya ke pemerintah daerah serta sekolah terkait pada Selasa (14/7/2026).
"Pengaduan sudah kami respons. Kami sudah langsung mengirimkan respons tersebut kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk diteruskan ke pihak sekolah yang bersangkutan," ujar Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas Kemendikdasmen.
Puspresnas menegaskan bahwa identitas siswa bersangkutan telah diketahui, dan tim sedang melakukan investigasi mendalam untuk menentukan sanksi berdasarkan pedoman yang berlaku.
"Identitasnya sudah kami ketahui, namun saat ini masih dalam proses investigasi untuk menentukan tindak lanjutnya sesuai dengan pedoman yang ada. Beberapa keputusan sanksi nantinya akan kami sesuaikan dengan hasil pengaduan dan temuan lapangan," kata Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas Kemendikdasmen.
Langkah tegas disiapkan karena aturan pedoman OSN mengatur sanksi yang luas, tidak hanya mengikat individu siswa tetapi juga dapat berdampak pada instansi sekolah hingga tingkat pemerintah daerah.
"Sanksinya beragam, bisa ke aspek sekolah, siswa, hingga ke pemdanya. Semua sudah ada di pedoman," tegas Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas Kemendikdasmen.
Puspresnas berkomitmen untuk memperketat pengawasan pada seleksi tingkat provinsi mendatang melalui kewajiban siaran langsung di lokasi ujian demi menjaga transparansi pelaksanaan kompetisi.
"Ini harus menjadi fondasi utama. Anak-anak harus bisa mengerjakan dan berprestasi dengan cara yang baik. Pembentukan karakter dan mental yang jujur adalah hal yang jauh lebih penting daripada sekadar nilai," tutur Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas Kemendikdasmen.