Kemenimipas Kukuhkan 53 Pimpasa di Medan untuk Cegah TPPO
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengukuhkan 53 Petugas Imigrasi Pembina Desa di Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (20/8/2026). Langkah ini diambil untuk memperketat deteksi dini serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan manusia.
Pengukuhan jajaran Pimpasa tersebut bertepatan dengan penyerahan sertifikat bagi 171 Desa Binaan Imigrasi di wilayah Sumatera Utara. Program ini menjadi instrumen utama pemerintah dalam memperluas jangkauan edukasi hukum keimigrasian langsung ke level pedesaan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan pentingnya peran strategis desa binaan dalam menangkal berbagai ancaman kejahatan transnasional.
"Jadikan Desa Binaan Imigrasi sebagai ruang edukasi dan deteksi dini untuk melindungi masyarakat dari ancaman TPPO, TPPM, maupun kejahatan keimigrasian lainnya," kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
Inisiatif perluasan Desa Binaan Imigrasi ini mengacu pada poin keempat dari 15 Program Aksi Menteri Imipas. Skema tersebut mewajibkan pimpasa memberikan penyuluhan hukum secara berkala guna membendung praktik perdagangan manusia.
Selain pengukuhan petugas, Kemenimipas meresmikan tiga unit Immigration Lounge yang berlokasi di Deli Park Medan, Cambridge City Square Medan, dan Irian Mall Kisaran. Fasilitas di pusat perbelanjaan ini dirancang untuk mempermudah pengurusan paspor dan izin tinggal dengan waktu pelayanan yang fleksibel hingga akhir pekan.
Agus menyatakan bahwa inovasi tempat pelayanan publik tersebut ditujukan untuk memberikan kepuasan maksimal bagi warga.
"Pada saat yang sama, optimalkan Immigration Lounge sebagai pilar pelayanan publik modern yang menghadirkan layanan secara humanis, cepat, transparan, dan berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat," kata Agus.
Kehadiran sarana pelayanan di pusat perbelanjaan diharapkan mampu mendekatkan peran negara dalam penuhan dokumen resmi bagi publik.
"Harapan kami, kehadiran kita di tengah masyarakat adalah sebagai bentuk kehadiran negara untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pemenuhan dokumen negara," kata Agus.
Kemenimipas memastikan bahwa fleksibilitas dan kenyamanan prosedur bakal terus menjadi fokus utama peningkatan mutu layanan keimigrasian.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, dan responsif kepada masyarakat," kata Agus.
Agus juga menginstruksikan seluruh jajaran aparatur imigrasi agar selalu menjaga integritas dan profesionalisme demi mempertahankan kepercayaan masyarakat.