Kemenpora Gandeng UGM Kembangkan Kebijakan Olahraga Berbasis Riset

Share

Kementerian Pemuda dan Olahraga menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada untuk mengembangkan pembangunan kepemudaan dan olahraga nasional berbasis riset akademik serta ilmu pengetahuan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan di Yogyakarta pada Minggu (24/5) pagi.

Kolaborasi ini difokuskan pada pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian Jogja Finansial Festival 2026 yang dimeriahkan agenda Jogja Run D-City 2026. Sinergi ini sekaligus menandai peralihan fokus dari pembangunan infrastruktur fisik menuju penguatan intelektual olahraga.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengapresiasi komitmen perguruan tinggi dalam ekosistem ini. Mantan peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut menyatakan bahwa pengelolaan sektor kepemudaan tidak dapat dikerjakan secara terpisah melainkan butuh keterlibatan multi-pihak yang berkesinambungan.

"Kami berharap kerja sama ini dapat semakin diperkuat melalui pemanfaatan big data dan teknologi digital untuk memetakan potensi pemuda Indonesia secara lebih tepat sasaran, sehingga program-program kepemudaan dan olahraga dapat rancang secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Wamenpora Taufik.

Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan krusial agar kebijakan yang dihasilkan lebih terukur. Taufik menambahkan bahwa kolaborasi ini diarahkan untuk naik ke level berikutnya dengan membangun keahlian khusus.

"Saya percaya sinergi antara Kemenpora dan UGM dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah dan perguruan tinggi bekerja bersama membangun ekosistem kepemudaan dan olahraga yang modern, inovatif, dan berdaya saing global," tambahnya.

Langkah ini diharapkan melahirkan program konkret yang menyentuh langsung kepentingan publik. Menurut Taufik, institusi pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam menelurkan sumber daya manusia unggul yang relevan dengan tuntutan zaman.

"Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak dan berkelanjutan. Semoga Nota Kesepahaman ini menjadi landasan lahirnya program-program konkret yang memberikan manfaat luas bagi insan kepemudaan dan keolahragaan Indonesia," ujarnya.

Pihak kementerian juga menekankan pentingnya fokus pada peningkatan kualitas keahlian dan modernisasi iptek olahraga. Taufik meyakini pola kemitraan ini akan menjadi rujukan model kerja sama institusi negara dan akademisi.

"Karena itu kita harus mulai fokus membangun expertise, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pengembangan sport science yang lebih modern." kata Taufik menjelaskan.

Rektor UGM Prof Ova Emilia menjelaskan bahwa kesepakatan baru ini merupakan perpanjangan dari kemitraan yang telah dirintis kedua lembaga sejak tahun 2014. Langkah ini menjadi babak baru dalam mematangkan fondasi keolahragaan berbasis inovasi.

"Khususnya dalam pengembangan kepemudaan dan keolahragaan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi," kata Ova.

Universitas Gadjah Mada sendiri aktif memfasilitasi pembinaan prestasi mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa olahraga, termasuk untuk cabang-cabang kedeputian Olimpiade. Implementasi kesepakatan ini nantinya akan didelegasikan secara spesifik ke unit fakultas terkait.

"MoU-nya akan ditindaklanjuti oleh Fakultas FKKMK. Karena di sini khususnya untuk pengembangan bidang kepemudaan dan keolahragaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM akan mengawal program pembinaan atlet muda berbasis data. Ova menegaskan cakupan implementasi kerja sama ini akan mencakup ranah pengabdian yang luas.

"Dan nanti tentunya bukan hanya untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tapi juga melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Ova.

Kemitraan antara Kemenpora dan UGM bertujuan membuka peluang lahirnya sistem pembinaan atlet yang profesional. Penguatan kolaborasi dirancang untuk melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus berprestasi di kancah internasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author