Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun Kembali
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dapat turun kembali dengan syarat harga minyak dunia kembali ke posisi normal.
Penyesuaian harga komoditas tersebut terjadi setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan Juni, seperti yang dilansir dari Detik Oto.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa pergerakan nilai jual BBM nonsubsidi di dalam negeri sangat bergantung pada kondisi pasar global.
"Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun," kata Anggia dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (18/6).
Pemerintah mengingatkan mobilitas harga minyak dunia bersifat dua arah, sehingga fluktuasi pasar global akan langsung memengaruhi kebijakan korporasi di Indonesia.
"Seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian. Seperti itu. Jadi kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," tuturnya.
Di sisi lain, manajemen pelindungan ekonomi tetap diberlakukan bagi komoditas bakar yang mendapatkan sokongan dana dari pemerintah demi menjaga daya beli masyarakat.
"Inilah kebijakan Presiden untuk menjaga BBM subsidi tidak naik harganya, sesulit apapun kondisi geopolitik di luar sana, ini yang tetap dijaga," kata dia.
Berdasarkan data terkini, nilai jual Pertamax (RON 92) mengalami perubahan dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) turut bergerak naik dari posisi Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.