Kementerian P2MI Gandeng Tiga Mitra Optimalkan Penempatan Pekerja Migran
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meresmikan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Krakatau Steel Group, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA UNTIRTA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor KP2MI, Jakarta.
Sinergi strategis ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom, ditujukan untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal di pasar internasional sekaligus memperkuat sistem pelindungan dari hulu hingga hilir. Berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga 12 Juni 2026, tercatat ada 433.169 layanan penempatan secara nasional dengan tujuan utama ke Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa peluang kerja luar negeri berdasarkan data SIP2MI per 13 Juni 2026 mencapai 313.803 posisi, tetapi baru terserap sebesar 24,51 persen atau 76.907 posisi.
"Ini artinya, masih ada 236.896 peluang kerja (75,49%) yang terbuka lebar dan menanti untuk diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang kompeten," ujar Mukhtarudin, Menteri P2MI.
Mukhtarudin memaparkan wilayah Banten memiliki potensi remitansi besar dengan 5.542 layanan penempatan pada periode 2025 hingga 12 Juni 2026, namun memiliki kerawanan tinggi terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). BP3MI Banten mencatatkan intensitas pencegahan tertinggi nasional dengan menggagalkan keberangkatan ilegal 572 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) lewat 297 kegiatan sepanjang 1 Januari hingga 31 Mei 2026.
"Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa dan masa depan keluarga Indonesia yang berhasil kita lindungi," tegas Mukhtarudin, Menteri P2MI.
Kerja sama ini juga mendukung program Quick Win SMK Go Global bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil hingga 2029 pada sektor caregiver, welder, hospitality, nurse, dan truck driver melalui konsep Brain Circulation.
"Talenta Indonesia didorong bekerja di tingkat global untuk menyerap ilmu, teknologi, dan etos kerja terbaik. Setelah itu, mereka kembali ke tanah air untuk membangun usaha produktif dan berkontribusi pada ekonomi nasional," kata Mukhtarudin, Menteri P2MI.
Mukhtarudin meminta seluruh pihak agar kesepakatan penandatanganan ini diimplementasikan secara nyata untuk menghadirkan tata kelola pekerja migran yang baik.
"Ke depan, langkah nyata di lapangan adalah pembuktiannya. Mari bersama-sama kita hadirkan tata kelola dan pelindungan yang bermartabat bagi para pejuang ekonomi keluarga," ucap Mukhtarudin, Menteri P2MI.
Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni, menyambut baik kolaborasi lintas instansi ini karena dinilai strategis bagi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) asal Banten agar mampu bersaing global.
"Kami berharap besar, sesuai arahan Bapak Presiden, dalam empat tahun ke depan dapat tercapai target 200 ribu Pekerja Migran Indonesia yang terlatih dan terdidik untuk ditempatkan di negara-negara sahabat," papar Andra Soni, Gubernur Provinsi Banten.
Andra Soni berharap jajaran pemerintahan serius mengawal komitmen ini agar masyarakat Banten memperoleh kesempatan berkarir di luar negeri dengan jaminan keamanan penuh dari negara.
"Semoga kita bisa menseriusi dengan baik arahan Bapak Presiden. Ini merupakan upaya bersama untuk menyejahterakan masyarakat dan memberikan kesempatan bagi warga kita untuk berkarya di luar negeri, namun tentu dengan jaminan pelindungan penuh dari pemerintah," tegas Andra Soni, Gubernur Provinsi Banten.
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk segera bergerak cepat mengimplementasikan seluruh poin kesepakatan demi tata kelola migrasi yang aman.
"Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas kerja sama ini. Kami sangat antusias dan siap menjalankan seluruh program yang telah disepakati demi menghadirkan tata kelola migrasi yang aman dan bermartabat," jelas Andra Soni, Gubernur Provinsi Banten.