Kementerian PKP Bangun 1.000 Rumah CSR Astra di Bandung

Share

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merencanakan kunjungan kerja ke kawasan Stasiun Kereta Api Kiaracondong, Bandung, pada Kamis (18/6/2026) untuk membahas pembangunan 1.000 unit rumah, dilansir dari Bloomberg Technoz.

Proyek hunian tersebut memanfaatkan skema pemanfaatan tanah milik negara yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan pendanaan kreatif dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra Internasional Tbk. Langkah ini merupakan bagian dari target pembangunan total 2.000 rumah oleh Astra, di mana 1.000 unit lainnya berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Besok hari Kamis, saya akan ke Bandung untuk melihat tanah PT Kereta Api. Yang kita juga akan bangun dengan skema tanah negara-negara, kereta api dan yang membangun CSR dari Astra. Jadi 1.000 (unit) di Bandung," ujar Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Rencana pembangunan rumah di kawasan Bandung ditujukan untuk meniru skema pendanaan kreatif yang efisien tanpa bergantung sepenuhnya pada APBN. Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa hunian di kawasan Jakarta akan berbentuk vertikal atau rumah susun, sedangkan untuk wilayah Kiaracondong rincian bentuk bangunannya belum dipaparkan secara mendetail.

"Tahun ini kita mulai bangun, sehingga mudah-mudahan dari kreatif finansial, tanah punya negara dan CSR dari Astra. Mohon doanya semua, mudah-mudahan 1.000 (unit) di Tanah Abang dan 1.000 (unit) di Bandung, di Kiaracondong kita bisa mulai bangun tahun ini," tutur Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pada April lalu, PT KAI telah memetakan aset di Bandung untuk pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara itu, realisasi anggaran Kementerian PKP per akhir Mei 2026 baru terserap Rp1,38 triliun atau 13,40 persen dari total pagu APBN sebesar Rp10,30 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk program BSPS senilai Rp8,57 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author