Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Sumatera-Aceh

Share

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengambil langkah cepat dengan langsung membangun jembatan permanen di jalur strategis Sumatera-Aceh pascabencana tanpa menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi rampung secara keseluruhan.

Kebijakan ini diambil demi mengamankan jalur distribusi logistik nasional, seperti bahan bakar minyak (BBM), semen, dan kebutuhan pokok, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Minggu (21/6/2026).

Pertimbangan kapasitas infrastruktur darurat yang terbatas dan berisiko cepat rusak akibat kendaraan bertonase besar menjadi alasan utama percepatan proyek permanen tersebut.

"Pada saat tanggap darurat, yang kita bangun itu kan bersifat darurat, sementara waktu. Kemudian, misalnya, jembatan darurat yang kita bangun itu tidak akan bertahan lama karena yang melintas merupakan kendaraan besar, meskipun sudah kita batasi maksimal 20 ton. Jadi tidak mungkin (dibatasi)," kata Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) dalam acara InfraTalk di Jakarta pada Jumat (19/6/2026).

Dody menjelaskan bahwa jalur lintas Medan-Aceh memegang peranan krusial bagi pergerakan berbagai komoditas penting nasional, sehingga dirinya memutuskan mempercepat peralihan proyek.

"Belum lagi ini merupakan jalur lintas Medan-Aceh, ada angkutan BBM, logistik, semen, dan lain-lain. Jadi kemudian saya memberanikan diri, walaupun sebetulnya waktu itu belum boleh. Seharusnya saya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi langsung membangun jembatan permanennya," tambah Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Menurut Dody, percepatan pengerjaan fisik di lapangan turut mendorong penyerapan anggaran proyek menjadi lebih cepat meskipun mekanisme pembayarannya tetap tunduk pada aturan APBN.

"Jadi karena di PU ini banyak pekerjaan yang sudah bersifat permanen, sehingga penyerapan anggarannya bisa berlangsung lebih cepat," ujar Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Langkah pemulihan ini juga dibarengi dengan pelaksanaan program padat karya dari Ditjen Cipta Karya yang berfokus pada pembersihan material lumpur di wilayah Sumatera terdampak.

"Untuk padat karya di Sumatra itu masih terus berlangsung, terutama untuk pembersihan lumpur. Jadi itu di Ditjen Cipta Karya. Kan masih banyak lumpur, terutama di daerah Aceh Tamiang. Semua lokasi akan kita bersihkan dari lumpur," ungkap Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Data Kementerian PU hingga Juni 2026 mencatat perbaikan rumah hunian mencapai 1.544 unit atau 83 persen dari target 1.866 unit, sementara sektor sanitasinya mencakup penanganan 15 TPA dan 12 IPLT.

Sektor konektivitas mencatat penanganan 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan, yang didukung alokasi anggaran pemulihan pascabencana dari Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp100,1 triliun untuk tiga tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author