Kementerian PU Salurkan Pompa dan Air Bersih Tangani Karhutla Kalbar

Share

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan puluhan unit pompa air, tangki, hingga armada pemadam untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pengerahan sarana penanggulangan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat demi menjamin ketersediaan pasokan air masyarakat setempat.

Langkah tanggap darurat ini diambil menyusul penetapan status darurat bencana karhutla oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pascameningkatnya potensi kebakaran di kawasan tersebut.

Peralatan yang diturunkan mencakup empat unit pompa pemadam, 10 unit pompa alkon, dua unit genset, satu unit peralatan geolistrik, empat unit toren air berkapasitas 5.000 liter, dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, 49 unit pondasi hidran umum, delapan unit WC portable, tujuh unit biority/septic tank berkapasitas 2.000 liter, serta enam unit perahu karet.

Untuk pergerakan lapangan dan pengolahan sanitasi, disyiapkan pula satu unit alat berat jenis excavator long arm, tiga unit excavator standar, lima unit mobil truk air bersih berkapasitas 4.000 liter, satu unit mobile pump portable, satu unit mobile pump truck, dan dua unit mobil truk vacuum tinja.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen lembaganya dalam penanganan bencana lingkungan tersebut.

"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Guna memastikan cakupan bantuan tepat sasaran, personil teknis juga diterjunkan ke titik kritis seperti wilayah Ketapang dan Kubu Raya guna memetakan kebutuhan air baku.

Kepala BWS Kalimantan I M. Tahid menerangkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah daerah sejak kekeringan memburuk.

"Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam hal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM, juga dengan turun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi seperti di Ketapang dan Kubu Raya kita terjunkan tim juga di sana dalam rangka untuk melakukan identifikasi, menemukan apa yang bisa kita bantu dari SDA maupun Cipta Karya," ujar Kepala BWS Kalimantan I M. Tahid.

Tahid menambahkan fenomena El Nino memicu musim kemarau panjang yang meningkatkan kerentanan wilayah pesisir Kalbar karena dominasi lahan gambut yang sulit dipadamkan, sementara wilayah hulu didominasi tanah mineral.

Sementara itu, distribusi air baku untuk warga di Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Sanggau terus digelontorkan.

"Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten. Unit kita sudah bergerak ke sana dan ada yang sudah Kembali. Kita men-supply air bersih dari PDAM-PDAM terdekat, lalu dibawa ke kabupaten/kota," kata Kepala BPBPK Kalbar Mohd. Yoza Habibie.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author