Kementerian PU Tegaskan Sungai Barito Tidak Kekeringan Total Meski Debit Air Turun

Share

Sungai Barito di wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami penurunan muka dan debit air akibat musim kemarau. Kondisi ini viral melalui video di media sosial yang menunjukkan hamparan pasir di tengah sungai.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa meski debit air menurun, alur utama Sungai Barito masih memiliki aliran air selebar sekitar 100 meter yang dapat dilalui kapal dan perahu, sehingga tidak mengalami kekeringan total, dilansir dari Detik Finance.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya air sebagai pondasi kehidupan dan pembangunan.

"Air merupakan pondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan," ujar Dody.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Sandi Eriyanto, menyatakan bahwa penurunan debit air merupakan dampak musim kemarau. Hamparan pasir yang tampak dalam video adalah bagian sungai yang tidak teraliri air akibat turunnya muka air.

Menurut Sandi, dokumentasi viral diambil dari atas Jembatan Kalahien yang memberikan kesan seolah badan Sungai Barito mengalami kekeringan, padahal alur utama sungai masih berair dan berfungsi sebagai jalur transportasi.

"Namun, ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai," kata Sandi.

Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III terus memantau kondisi muka air dan alur sungai di Wilayah Sungai Barito selama musim kemarau guna mengantisipasi dampak penurunan muka air terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi sungai.

Kementerian PU juga mengimbau masyarakat agar tidak menilai kondisi Sungai Barito hanya dari satu sudut pengambilan gambar, melainkan secara keseluruhan.

Penurunan muka air dan munculnya hamparan pasir merupakan kondisi yang terjadi di beberapa bagian sungai, namun alur utama di lokasi pemantauan tetap berair dan bisa dilalui transportasi sungai.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author