Kemnaker Tutup Program Magang Nasional Batch 3 Tahun 2025

Share

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi menutup program magang nasional batch ke-3 tahun 2025 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026). Penutupan gelombang ketiga tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian program magang nasional untuk periode tahun 2025.

Dilansir dari Detik Finance, kuota awal yang dibuka oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berjumlah 100 ribu, namun tercatat ada 102 ribu peserta yang mendaftar. Pihak kementerian sejak awal telah mengantisipasi adanya sejumlah peserta yang akan mengundurkan diri di tengah berjalannya periode magang.

"Yang angkatan 1 itu 100 ribu, yang mendaftar itu 102 ribu orang yang kita tetapkan. Karena waktu itu kita sudah estimasi akan ada sekian ribu orang yang kemudian mengundurkan diri. Jadi, mengundurkan diri itu bisa jadi karena diterima kerja, bisa jadi karena kemudian mereka itu melanjutkan kuliah dan seterusnya," terang Yassierli dalam konferensi pers di Kemnaker, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, memaparkan data akhir mengenai jumlah peserta yang menyelesaikan program. Tercatat sebanyak 20.450 orang berhasil menyelesaikan program magang selama enam bulan hingga selesai, sementara 1.940 peserta lainnya memutuskan mundur.

"Dari hasil penyelenggaraan, total peserta yang mengikuti selama 6 bulan ini adalah 20.450. Adapun hingga akhir ini ada 1.940 yang tidak mengikuti sampai selesai dengan berbagai pertimbangan," ungkap Anwar.

Beberapa alasan pengunduran diri para peserta meliputi faktor pekerjaan baru, masalah pribadi atau keluarga, kelanjutan pendidikan, kondisi kesehatan, hingga jarak lokasi perusahaan yang dinilai terlalu jauh. Secara rinci, terdapat 1.279 orang mendapat pekerjaan lain, 295 alasan pribadi, 93 melanjutkan pendidikan, 55 faktor kesehatan, 60 lokasi jauh, 49 alasan lain, dan 109 orang tanpa keterangan.

"Salah satunya adalah pertimbangan mendapatkan pekerjaan lain, yakni 1.279, dan juga melanjutkan misalnya ke alasan pribadi, keluarga, kita tidak ada pertanyaan yang lebih lanjut alasan pribadi dan keluarganya apa, ini 295, dan melanjutkan pendidikan 93," imbuhnya.

Pihak Barenbang Kemnaker menilai tingginya angka pengunduran diri karena faktor diterimanya peserta di tempat kerja lain sebagai sebuah capaian yang positif.

"Jadi cukup banyak, namun demikian dengan banyaknya proporsi, mereka yang mendapatkan pekerjaan tentunya ini adalah 1 berita yang juga cukup menggembirakan," tutup Anwar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author