Kenali Gejala Kanker Stadium Awal yang Sering Kali Disangka Penyakit Ringan

Share

Banyak orang mengira kanker selalu datang dengan rasa sakit luar biasa, munculnya benjolan besar, atau kondisi tubuh yang tiba-tiba drop. Penyakit ini sering kali menyusup tanpa suara alias diam-diam mematikan.

Gejala awalnya justru kerap terlihat sepele, seperti dilansir dari Detik Health. Batuk yang tak kunjung reda, rasa lelah akibat stres kerja, perut kembung biasa, hingga sariawan membandel sering kali lewat begitu saja dari perhatian kita.

Meski begitu, tak berarti setiap batuk atau sariawan berarti kanker. Namun, jika gejala yang dialami menetap lebih lama dari yang seharusnya, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Menurut National Cancer Institute (NCI), banyak jenis kanker tak memicu rasa sakit pada stadium awal sehingga gejalanya sering disangka sebagai kondisi ringan. Inilah mengapa keluhan kesehatan yang persisten wajib mendapat perhatian medis, bukan sekadar diobati sendiri pakai obat bebas berulang kali.

Kesulitan menelan kerap kali dikaitkan dengan makan pedas, naiknya asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau kebiasaan makan yang buruk. Banyak orang sekadar mengubah menu makan atau minum obat pereda nyeri lambung, lalu melupakannya.

Namun, jika penyakit yang dialami berlanjut selama berminggu-minggu atau berangsur-angsur memburuk, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

"Banyak gejala kanker tumpang tindih dengan keluhan kesehatan sehari-hari yang umum, itulah sebabnya kesadaran sangatlah penting. Seseorang mungkin mengabaikan kesulitan menelan sebagai asam lambung, pendarahan abnormal sebagai masalah hormonal ringan, atau sariawan yang tak kunjung sembuh sebagai akibat dari makanan pedas atau stres," kata dr Saadvik Raghuram Y.

Direktur Onkologi Medis & Hemato-Onkologi di CARE Hospitals tersebut mengingatkan pentingnya evaluasi medis.

"Kenyataannya, ketika tanda-tanda ini menetap atau berulang kali kembali, mereka harus dievaluasi secara medis alih-alih diobati sendiri selama berbulan-bulan." ujar dr Saadvik Raghuram Y.

Kesulitan menelan yang terus-menerus terkadang bisa terkait dengan kondisi yang memengaruhi kerongkongan, tenggorokan, atau jaringan di sekitarnya. Meskipun sebagian besar kasus bukanlah kanker, gejala yang berulang tidak boleh diabaikan.

2. Rasa Lelah Persisten yang Tak Kunjung Hilang

Kelelahan terkait kanker sering kali berbeda dari rasa lelah biasa. Hal ini akan terus berlanjut meskipun sudah cukup istirahat dan perlahan-lahan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Salah satu tantangan terbesar dalam perawatan kanker adalah gejala awalnya jarang datang secara dramatis. Orang sering menganggapnya sebagai stres, penuaan, asam lambung, perubahan hormon, atau rutinitas yang padat," ucap dr Vijay Karan Reddy.

Kepala Departemen & Konsultan Senior Ahli Onkologi Radiasi di Arete Hospitals tersebut menambahkan beberapa tanda lain yang patut diwaspadai.

"Kelelahan terus-menerus, penurunan berat badan yang tidak terjelaskan, perut kembung berulang, batuk yang tak kunjung sembuh, atau bahkan perubahan kecil pada kebiasaan buang air besar mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi jika gejala ini berlanjut selama berminggu-minggu, ini patut mendapat perhatian," tutur dr Vijay Karan Reddy.

American Cancer Society mencatat kelelahan ekstrem yang tidak membaik dengan istirahat terkadang bisa dikaitkan dengan kanker dan harus dievaluasi secara medis jika terus berlanjut.

3. Sariawan dan Perdarahan Abnormal

Hampir setiap orang pernah mengalami sariawan, dan kebanyakan sembuh dalam beberapa hari. Namun, sariawan yang bertahan selama berminggu-minggu, berulang kali muncul, atau menjadi semakin menyakitkan patut diperiksakan ke dokter.

Prinsip yang sama berlaku untuk pendarahan yang tidak biasa. Banyak wanita mungkin mengaitkan perdarahan abnormal dengan fluktuasi hormon. Darah dalam tinja mungkin disalahkan pada ambeien. Darah dalam urine mungkin diabaikan sebagai infeksi sementara.

Padahal, gejala-gejala ini termasuk sinyal peringatan paling penting dari tubuh. Pusat Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) mencatat perdarahan vagina yang abnormal bisa menjadi gejala dari beberapa kanker ginekologi, sementara perubahan kebiasaan buang air besar atau darah dalam tinja memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

"Hal yang paling dikhawatirkan para ahli onkologi adalah kecenderungan masyarakat untuk menormalkan rasa sakit atau ketidaknyamanan sampai hal itu benar-benar mengganggu aktivitas. Kanker tidak selalu dimulai dengan rasa sakit yang parah; terkadang petunjuk awalnya sangat halus dan mudah diabaikan." kata dr Saadvik Raghuram Y.

4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab

Penurunan berat badan drastis tanpa adanya perubahan kebiasaan makan atau olahraga tentu menimbulkan tanda tanya.

Tubuh biasanya menurunkan berat badan karena suatu alasan. Kadang alasan itu tidak berbahaya atau terkait dengan kondisi tiroid, infeksi, maupun gangguan pencernaan. Namun dalam kasus tertentu, ini bisa menjadi tanda awal kanker.

Jika penurunan berat badan ini disertai dengan kelelahan, perubahan nafsu makan, atau gejala pencernaan yang tak kunjung hilang, pemeriksaan medis menjadi sangat penting.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author