Kepala Militer Pakistan Kunjungi Iran Perkuat Perdamaian Timur Tengah

Share

Kepala Militer Pakistan, Asim Munir, mengunjungi Teheran, Iran, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral dan mendukung perdamaian di kawasan Timur Tengah, dilansir dari Detikcom pada Senin (24/8/2026).

Kunjungan ini termasuk langkah Pakistan untuk memperkuat perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut. Pakistan sebelumnya berperan sebagai mediator dalam nota kesepahaman yang dicapai pada Juni 2026 antara Iran dan Amerika Serikat, meski perundingan saat ini mengalami kebuntuan.

Awal Agustus 2026, Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama dengan Arab Saudi dan Turki, yang dipandang sebagai langkah strategis menghadapi pengaruh Iran di kawasan.

Asim Munir bertemu dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, di Teheran. Dalam pertemuan itu, Ghalibaf mengkritik Amerika Serikat terkait kegagalannya menjalankan komitmen dalam nota kesepahaman Islamabad.

"Komitmen kedua belah pihak berdasarkan nota kesepahaman tersebut sudah jelas. Amerika Serikatlah yang, karena gagal memenuhi komitmennya, mencegah terciptanya stabilitas di kawasan dan memberikan alasan baru bagi munculnya ketidakpercayaan," ujar Mohammad Bagher Ghalibaf, dilansir dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

Ghalibaf juga menegaskan Iran tetap berkomitmen menjalankan ketentuan dalam perjanjian dan menolak anggapan bahwa Iran akan menyerah di bawah tekanan.

"Kami sedang berupaya menerapkan ketentuan yang tercantum dalam nota kesepahaman tersebut. Amerika Serikatlah yang harus memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian itu," kata Ghalibaf.

Sementara itu, Asim Munir menyatakan Pakistan akan terus berusaha membantu memulihkan stabilitas di kawasan tersebut, menurut laporan IRIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: diplomasi militer Timur Tengah
Editors Team
gilang-permana-putra
Author