Hindari Kesalahan Jalan Kaki Ini Demi Menjaga Kesehatan Tubuh
Aktivitas jalan kaki menjadi pilihan efektif untuk menggerakkan fisik sekaligus menjernihkan pikiran. Namun, kesalahan dalam penerapannya justru dapat memicu dampak buruk bagi tubuh, seperti dilansir dari Detik Health.
Penulis buku Walk, Dr Milica McDowell, membagikan panduan khusus agar masyarakat bisa memperoleh hasil optimal dari olahraga ini.
"Berjalan kaki memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa untuk kesejahteraan Anda hari ini dan umur panjang Anda di masa depan," katanya.
"Berjalan kaki meningkatkan setiap sistem dalam tubuh Anda – usus, muskuloskeletal, kesehatan mental, hormon Anda – sehingga memiliki kekuatan luar biasa untuk membantu mengoptimalkan kondisi Anda."
Olahraga low impact dengan intensitas rendah ini efektif membantu penurunan berat badan, memicu kreativitas, serta meredakan stres. Meski begitu, terdapat beberapa kekeliruan yang sering kali mengurangi dampak positifnya.
Berjalan sembari mengoperasikan telepon genggam memperbesar risiko kecelakaan karena menurunkan kewaspadaan terhadap area sekitar.
"Anda bisa menginjak lubang di jalan. Anda bisa tertabrak mobil. Anda bisa tersandung sesuatu. Anda bisa menabrak seseorang," katanya. "Berjalan kaki sambil bermain media sosial sebenarnya merupakan krisis kesehatan masyarakat."
Kebiasaan menunduk ini juga menambah beban pada kepala, sehingga memicu gangguan fisik pada area leher, punggung, hingga bahu.
2. Memakai Sepatu yang Tidak Sesuai
Penggunaan alas kaki yang tepat sangat disarankan demi menjaga keseimbangan tubuh serta memelihara sistem muskuloskeletal.
Alas kaki yang ideal harus menyediakan ruang yang cukup luas pada bagian depan agar jari-jari kaki dapat bergerak bebas. Kondisi ini efektif mengaktifkan otot kaki dan menciptakan pola melangkah yang lebih sehat.
3. Mengabaikan Variasi Olahraga Lain
Jalan kaki memang melatih otot-otot penopang stabilitas dan mobilitas, tetapi tubuh tetap memerlukan jenis latihan lain. Kombinasi latihan kekuatan bermanfaat dalam mencegah cedera, menguatkan keseimbangan, serta mengoptimalkan kebugaran.
"Suatu pilar kesehatan mencakup minum air yang cukup, mengonsumsi nutrisi yang sehat, dan tidur yang cukup – dan berjalan kaki dapat ditambahkan ke aktivitas lainnya," katanya.
4. Kurang Memperhatikan Kecepatan Langkah
Indikator vital kesehatan tubuh dapat dipantau melalui kecepatan melangkah seseorang. Penurunan kecepatan berjalan bahkan dapat menjadi deteksi awal adanya masalah medis tertentu hingga tujuh tahun sebelum gejalanya muncul.
Rata-rata orang melangkah sebanyak 90 hingga 100 kali per menit, tetapi peningkatan kecepatan sangat dianjurkan untuk meraih hasil yang lebih tinggi. Kecepatan ideal berkisar antara 120 sampai 130 langkah per menit.
"Itu bisa menjadi tempat di mana Anda mendapatkan hasil yang lebih tinggi, termasuk lebih banyak kalori yang terbakar, jika Anda sedang dalam perjalanan menurunkan berat badan," katanya.
5. Tidak Menjaga Konsistensi
Rutinitas yang dilakukan secara konsisten setiap hari memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan aktivitas yang hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam sepekan.
"Setiap orang berada di tahap yang berbeda dalam perjalanan berjalan kaki mereka," katanya.
"Don't set your bar at 10,000 steps a day. Itu hanyalah mitos pemasaran. Lakukan saja dan temukan jumlah langkah yang cocok untuk Anda, mungkin antara 5.500 dan 7.500."
Setiap sesi jalan kaki sebaiknya dilakukan secara efisien tanpa harus membebani diri secara berlebihan.
"Anda tidak perlu memaksakan diri di gym. Anda tidak perlu sampai berkeringat deras. Ini adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan dalam jangka waktu tertentu sepanjang hari, 'camilan' kecil yang semuanya akan memberikan hasil, atau Anda dapat berjalan kaki lebih lama tergantung pada waktu yang tersedia."