Kesepakatan Damai AS-Iran Menurunkan Harga Minyak Mentah Dunia
Penurunan harga minyak mentah dunia kembali terjadi pada Kamis (18/6/2026) setelah tercapainya kesepakatan penghentian perang dan pembukaan Selat Hormuz oleh Presiden Amerika Serikat bersama Presiden Iran. Langkah diplomatik ini meredakan ketegangan pasar energi yang bergejolak selama lebih dari tiga bulan terakhir.
Seperti dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan AFP pada Kamis (18/6), nilai minyak mentah merosot lebih dari satu persen. Kemerosotan ini memperpanjang tren penurunan harga yang sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu saat kabar mengenai kesepakatan mulai beredar luas.
Kesepakatan tersebut difinalisasi di Istana Versailles, Prancis, pasca-KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat oleh Presiden AS Donald Trump bersama pihak Iran. Penandatanganan nota kesepahaman ini memicu optimisme global terhadap pemulihan ekonomi pascaperang.
"Baru saja menandatanganinya," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh perwakilan dari pihak Iran mengenai status dokumen tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memberikan penegasan bahwa prosesi penandatanganan telah selesai dilakukan oleh kedua kepala negara.
"telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden" kata Esmaeil Baqaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip oleh kantor berita IRNA.
Fokus dunia internasional saat ini tertuju pada pemulihan jalur distribusi di Selat Hormuz yang menjadi jalur krusial bagi seperlima pasokan minyak dunia. Jalur laut ini sebelumnya diblokade oleh Teheran sejak 28 Februari setelah pecahnya perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Proses mediasi dalam perjanjian ini dibantu oleh pejabat dari pemerintah Pakistan untuk memastikan kedua belah pihak mengambil langkah konkret secara bersamaan.
"Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut," kata Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan.
Melalui kesepakatan tersebut, Washington berkomitmen untuk menghapus sanksi minyak serta menyalurkan dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar. Sebaliknya, Teheran bersedia melakukan pembatasan terhadap pengayaan uranium selama proses negosiasi jangka panjang berjalan.