Ketua DPD Minta Peran BRG Diperkuat Tangani Karhutla di Kalimantan
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin meminta pemerintah memperkuat peran Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang hampir terjadi setiap tahun, disampaikan pada Sabtu (22/8/2026).
Menurut Sultan, karhutla berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat seperti udara yang sehat. Saat ini terdapat 3.759 titik panas di Kalimantan Barat, dengan Kabupaten Ketapang sebagai wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak, dilansir dari Detikcom.
Kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masuk zona sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 290,2 mikrogram per meter kubik pada Jumat (21/8) pagi, dan tercatat 132 kasus ISPA di daerah tersebut.
"Kami mengapresiasi pemerintah telah berupaya serius melakukan pemadaman. Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu mengerahkan semua sumber daya dan segala cara yang ada untuk membantu masyarakat di Kalimantan," ujar Sultan melalui keterangan resmi.
DPD RI memberikan perhatian khusus terhadap bencana ini karena dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Sultan menyatakan, "Kami mendapatkan informasi bahwa sudah banyak daerah warga masyarakat yang mengalami ISPA. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang."
Sultan mendorong pemerintah melalui BRG untuk segera menyiapkan agenda nasional restorasi ekosistem gambut secara intensif dan memperkuat peran BRG.
"Sehingga peran BRG perlu diperkuat, tentunya dengan berkolaborasi dengan semua pihak terkait. Ke depan kita ingin potensi Ekosistem Gambut dapat dieksplorasi sebagai sumber energi maupun sebagai lahan pertanian dan tambak perikanan budidaya," tutup Sultan.