Kilang Minyak Asia Timur Tingkatkan Ekspor Bahan Bakar

Share

Sejumlah kilang minyak di kawasan Asia Timur mulai meningkatkan volume ekspor bahan bakar jenis distilat setelah beberapa bulan memprioritaskan pasar domestik demi mengantisipasi normalisasi jalur perdagangan Selat Hormuz pada Jumat (19/6/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.

Langkah strategis ini diambil oleh para pengolah minyak, termasuk di Korea Selatan, melalui peningkatan penawaran spot untuk kargo solar dan avtur dalam sepekan terakhir. Kebijakan tersebut memperpanjang tren peningkatan penjualan yang dipicu oleh tingginya stok persediaan di beberapa negara Asia selama sebulan terakhir.

Para pedagang menilai peningkatan pasokan ini merupakan upaya para produsen Asia untuk mengosongkan persediaan sebelum gelombang kargo dari kawasan Teluk Persia kembali dilepaskan ke pasar global. Penawaran yang dilakukan melalui tender dan negosiasi pribadi ini diproyeksikan akan menekan harga minyak di Asia dari level tertingginya.

Sejak ketegangan bersenjata di Iran pecah pada akhir Februari 2026, negara eksportir utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan sempat memperketat penjualan demi keamanan energi dalam negeri. Saat ini, ketika China sebagai kilang terbesar dunia masih membatasi penjualan bilateral, kilang Asia Timur lainnya memanfaatkan momentum tersebut sebelum kompetisi kembali terbuka penuh.

“Seiring meningkatnya kepercayaan seputar pembukaan kembali, kilang-kilang minyak semakin nyaman melepaskan persediaan dan meningkatkan ekspor, terutama karena ekspektasi akan ketersediaan minyak mentah tambahan dan peningkatan aksesibilitas bahan baku dari Teluk Persia,” kata Sumit Ritolia, analis utama untuk pasokan dan pemodelan kilang di Kpler.

Dampak dari membanjirnya pasokan ini mulai terlihat pada perdagangan solar Asia yang mulai mengalami penurunan harga hingga menyentuh nilai diskon dari yang sebelumnya berada di harga premium. Berdasarkan data Kpler sebelum konflik terjadi, perang antara Amerika Serikat dan Iran telah mengganggu sekitar 10 persen perdagangan solar global serta 20 persen pasokan avtur dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author