KLH Tingkatkan Kapasitas Humas Digital Lewat Pelatihan Kehumasan

Share

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama detikcom menyelenggarakan pelatihan bertajuk The Classroom KLH untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik digital di Wisma Perusahaan Gas Negara (PGN), Megamendung, Bogor, Jawa Barat, sejak Rabu (17/6/2026) hingga Jumat (19/6/2026).

Acara yang diikuti oleh 32 peserta dari unit Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ini dibuka langsung oleh Division Head Communication Corporate PT Perusahaan Gas Negara, Meutiah Prima, dilansir dari detikcom.

Peningkatan kompetensi kehumasan ini dinilai krusial karena perkembangan arus informasi teknologi berjalan sangat cepat, sehingga humas harus mampu menyampaikan informasi teknis yang kompleks agar mudah dipahami masyarakat luas.

"Buat kami dan juga teman-teman Kehumasan di KLH, ya, komunikasi itu menjadi satu yang penting. Karena kalau saya ingat, 'tak kenal maka tak sayang,' gitu kan, ya. Dan kami di Corporate Communication, atau Humas, atau PR, apa pun itu, menjadi liaison, atau jembatan, atau konektor bagaimana bisa mewakili satu instansi, satu perusahaan, untuk berkomunikasi dengan publiknya atau stakeholdernya," ujar Meutiah Prima, Division Head Communication Corporate PT Perusahaan Gas Negara.

Meutiah menilai kegagalan komunikasi berpotensi memicu kesalahpahaman antara instansi dengan publiknya, sehingga pemanfaatan saluran komunikasi langsung maupun media massa harus dioptimalkan.

"Jadi komunikasi itu menjadi sangat penting. Kalau nggak berkomunikasi, nggak saling kenal, kemudian ya bisa salah paham, miss understanding, ya nggak nemu-nemu gitu. Jadi buat kami, komunikasi itu penting, apa pun bentuknya, baik direct maupun melalui channel media," imbuh Meutiah Prima, Division Head Communication Corporate PT Perusahaan Gas Negara.

Kecepatan arus informasi di media sosial kerap membuat netizen lebih cepat mengetahui sebuah peristiwa, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor humas mutlak diperlukan.

"Karena memang perkembangan teknologi, informasi itu cepat banget. Kemudian, sometimes publik atau kalau di sosial media, netizen lebih cepat tahu daripada kita, gitu kan ya, ya. Jadi peningkatan kapabilitas atau SDM dari fungsi Humas itu sangat penting untuk dilakukan. Dan ini kami appreciate dan senang sekali dapat turut mendukung salah satu inisiasi yang dilakukan oleh KLH," kata Meutiah Prima, Division Head Communication Corporate PT Perusahaan Gas Negara.

Pelatihan selama tiga hari tersebut menghadirkan tiga sesi utama, yaitu NewsCraft, CreativeHub, dan BrandLab yang dipimpin oleh para praktisi media profesional.

Pada hari pertama, Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi mengisi sesi NewsCraft yang membedah prinsip jurnalistik, penulisan berita, peliputan, penggalian data, serta pentingnya observasi dalam merilis informasi berimbang.

"Hari ini sudah berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena sudah banyak perubahan tidak cuma dari sisi teknologi, tapi juga dari sisi user behavior. Sehingga pada akhirnya bagaimana humas bekerja itu juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan perubahan zaman yang sekarang ini terjadi," ujar Ardhi Suryadhi, Pemimpin Redaksi detikcom.

Perubahan perilaku audiens menuntut praktisi humas menyesuaikan teknik penyampaian, pemilihan medium, hingga jenis konten yang akan diproduksi secara berkelanjutan.

"Mulai dari bagaimana komunikasi itu harus disampaikan, termasuk juga dari mana medium itu juga harus disampaikan, termasuk juga untuk konten yang juga harus diproduksi. Sehingga penting bagi para humas itu bisa mengikuti perkembangan perubahan yang terjadi," sambung Ardhi Suryadhi, Pemimpin Redaksi detikcom.

Ardhi juga menegaskan bahwa tanggung jawab komunikasi publik di era modern ini tidak lagi dibebankan secara eksklusif kepada tim humas kementerian saja.

"Humas itu pada akhirnya tidak hanya menjadi tugas oleh tim humas Kementerian. Bagi para satuan dinas atau unit-unit pekerja di kementerian lainnya. Pada akhirnya itu juga bisa menjadi tim yang bisa support oleh tim humasnya sendiri," ujar Ardhi Suryadhi, Pemimpin Redaksi detikcom.

Materi kemudian dilanjutkan pada sesi CreativeHub bersama Head of Brand Studio detikcom, Okta Marfianto, yang mengulas strategi konten audiovisual lewat pengembangan ide, metode amati, tiru, modifikasi (ATM), pemanfaatan AI, serta tren digital.

"Kenapa audio visual itu penting banget? Karena memang balik lagi di zaman sekarang apa-apa video kan. Kenapa video bisa lebih menarik?

Karena ya mau-mau kita harus lebih mengembangkan teknik video atau lebih mengembangkan lagi kualitas dari video itu. Karena homeless-homeless media sekarang tuh udah pada jago-jago, udah pada bagus-bagus buat kontennya," tutur Okta Marfianto, Head of Brand Studio detikcom.

Para peserta juga dibekali materi teknis pengambilan video, pengaturan pencahayaan, hingga manajemen pra-produksi dan pascaproduksi agar visualisasi program kerja kementerian semakin menarik.

"Saya berharap banget ketika setelah sharing session siang hari ini, mereka bisa menambah knowledge terhadap teknik dari pengambilan gambar. Bukan hanya teknik dari pengambilan gambar, tapi pengemasannya. Bukan hanya pengemasannya juga, tapi dari sisi pra produksi dan penguatan juga dari sisi post production-nya (produksinya)," pungkas Okta Marfianto, Head of Brand Studio detikcom.

Kegiatan hari pertama yang turut dihadiri jurnalis senior Yasmin Mumtaz ini ditutup dengan pelaksanaan gim interaktif untuk memperkuat pemahaman seluruh materi pelatihan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author