Konflik Selat Hormuz Tewaskan 20 Pelaut dalam 68 Insiden Serangan

Share

Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat setidaknya 20 pekerja pelabuhan dan pelaut tewas akibat 68 insiden di Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari tahun ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (25/8/2026). Data IMO menunjukkan bahwa dari 68 insiden yang terjadi di kawasan Teluk dan perairan sekitarnya, sebanyak 30 orang mengalami luka-luka dan satu orang dilaporkan hilang. Rata-rata intensitas kejadian tersebut mencapai satu insiden setiap 2,6 hari.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengklasifikasikan 47 kejadian dari total keseluruhan kasus tersebut sebagai serangan langsung. Dampak kerusakan mayoritas menimpa armada komersial yang melintasi jalur perdagangan vital tersebut.

Berdasarkan jenis kendaraan maritim, sekitar separuh dari seluruh insiden melibatkan kapal tanker. Selain itu, kapal kontainer menyumbang 20 persen dari total kejadian, sementara 15 persen sisanya melibatkan kapal pengangkut curah (bulk carrier).

Kapal-kapal berbendera Liberia menjadi pihak yang paling terdampak dengan keterlibatan dalam 13 insiden. Posisi tersebut diikuti oleh kapal yang terdaftar di Panama dan Kepulauan Marshall yang masing-masing mencatatkan 10 insiden. Pemerintah Iran sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal komersial agar tidak menggunakan rute alternatif. Langkah ini berkaitan dengan upaya Tehran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz serta memungut biaya pelintasan setelah konflik berakhir.

Pasca-kegagalan proses perundingan, frekuensi serangan di perairan strategis tersebut kembali meningkat. Intensitas insiden saat ini mendekati posisi sebelum negosiasi berjalan, yakni tercatat rata-rata satu kejadian setiap 2,8 hari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author