Korban Meninggal Gempa Sigi Bertambah Menjadi Tiga Orang
Dampak gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) mengakibatkan korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang serta ribuan rumah warga mengalami kerusakan parah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak, sementara kerusakan bangunan mencapai 1.652 unit rumah dan 84 fasilitas umum. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan pemutakhiran data korban jiwa dalam penanganan bencana tersebut.
"Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Pihak BNPB menambahkan bahwa sebaran korban meninggal dunia tersebut berada di beberapa titik wilayah yang terdampak paling signifikan. "Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bergerak menyalurkan bantuan berupa 80 karung beras kemasan lima kilogram beserta bahan pokok lainnya ke lokasi bencana. "Logistik yang kami salurkan merupakan bantuan dari karyawan Bulog Sulteng, sebagai kepedulian kami dalam misi kemanusiaan," kata Jusri, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah.
Penyaluran komoditas pangan pendukung juga dikirimkan bersamaan dengan program bantuan pangan reguler untuk warga prasejahtera di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. "Termasuk minyak goreng dan gula pasar, dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana," ujar Jusri, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah. Mengenai alokasi logistik darurat tambahan skala besar, pihak Bulog masih berkoordinasi dengan otoritas pusat dan daerah.
"Khusus penugasan untuk bantuan kebencanaan, kami menunggu koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan pemerintah daerah," ucap Jusri, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah.
Pemerintah Kabupaten Sigi mengapresiasi percepatan penanganan penanggulangan bencana dari berbagai instansi sejak hari kedua pascagempa. "Kami berterima kasih kepada para pihak yang ikut berpartisipasi meringankan beban korban bencana," ujar Samuel Pongi, Wakil Bupati Sigi. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas kegempaan susulan di wilayah Sigi yang hingga Kamis (18/6/2026) malam telah mencapai ratusan kali kejadian.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," kata Nasrol Adil, Kepala BBMKG Wilayah IV.
Rentetan aktivitas seismik berpusat di darat ini dikonfirmasi berkaitan langsung dengan guncangan utama yang terjadi sebelumnya. "Gempabumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi dengan kekuatan M 6,7 di Sigi pada tanggal 16 Juni 2026 pada pukul 10.27 WIB," kata Nasrol Adil, Kepala BBMKG Wilayah IV.
BMKG pusat juga mendeteksi adanya aktivitas gempa berskala magnitudo 3,4 pada Jumat (19/6/2026) dini hari di timur laut Sigi. "48 kilometer timur laut Sigi, Sulteng," kata BMKG.
Sistem otomatisasi BMKG terus mengolah data mutakhir untuk memberikan peringatan dini yang cepat bagi masyarakat di Sulawesi Tengah. "Disclaimer, informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," kata BMKG.