Warga Cimenyan Bandung Mengalami Gatal dan Diare Akibat Krisis Air

Share

Warga Kampung Sentak Dulang di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung mengalami kesulitan air bersih yang berdampak pada kesehatan mereka pada Kamis (16/7/2026). Masalah sanitasi ini membuat warga rentan terkena penyakit kulit hingga diare, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Minimnya ketersediaan air bersih di wilayah tersebut sangat memengaruhi kualitas kebersihan harian masyarakat setempat. Masalah kebersihan ini berdampak langsung pada anak-anak kecil yang menjadi kelompok paling rentan terserang penyakit gatal-gatal.

"Ini salah satu yang bikin stunting. Udah susah air bersih, toiletnya nggak punya saluran pembuangan. Kandang hewan peliharaan deket banget sama rumah," kata Ujang Rahmat, Tokoh masyarakat Sentak Dulang.

Selain faktor alam, kendala distribusi air juga dipicu oleh perilaku sebagian warga yang dinilai boros. Ujang mengungkapkan adanya tindakan pemotongan selang secara sepihak yang mengganggu pasokan air untuk warga lainnya.

"Nantinya ada pengecekan dan pengawasan penggunaan air yang akan dibebankan ke warga. Ini sistemnya, gimana supaya warga disiplin untuk segera mematikan kran dan tidak memotong selang," kata Ujang.

Sebagai solusi, sistem distribusi air baru akan menggunakan pipa HDPE tebal yang sulit dipotong dan dilengkapi meteran air. Warga nantinya akan dikenakan tarif Rp 3.000 per kubik untuk menjaga kedisiplinan penggunaan air bersih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author