Kritik Tajam Hollywood Sebut James Gunn dan Peter Safran Pecundang Besar
Duo pimpinan DC Studios, James Gunn dan Peter Safran, kini tengah diterpa kabar kurang sedap dari industri perfilman global. Kritik atas performa finansial proyek terbaru mereka datang langsung dari para pengamat industri film paling berpengaruh di Hollywood, seperti dilansir dari Detikcom.
Jurnalis senior Matt Belloni bersama Lucas Shaw dari Bloomberg merilis laporan evaluasi pertengahan 2026 melalui podcast industri hiburan terkenal, The Town. Dalam laporan mengenai pihak yang sukses dan gagal di Hollywood tersebut, duo pimpinan DC Studios dinobatkan sebagai pecundang terbesar saat ini.
Label negatif yang disematkan kepada manajemen tersebut dipicu oleh performa hancur-hancuran film Supergirl di tangga box office. Setelah memasuki minggu kedua penayangannya, sinema yang dibintangi oleh Milly Alcock ini dilaporkan kesulitan untuk sekadar menyentuh angka $100 juta di seluruh dunia.
Pengamat bioskop mencatat beberapa poin kritis kejatuhan film ini, termasuk perolehan yang hanya berkisar $37 juta di pasar domestik Amerika Utara pada pekan pertamanya. Pada akhir pekan kedua, pendapatannya merosot tajam hingga hampir 80%.
Angka penurunan tajam ini masuk dalam daftar 6 rekor kejatuhan pekan kedua terburuk sepanjang sejarah bioskop untuk film yang dirilis di lebih dari 3.000 teater. Melalui total biaya produksi dan promosi gabungan yang menyentuh $295 juta, proyek film Supergirl diproyeksikan mencetak kerugian teater bersih mencapai $244,3 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun.
"Saya sempat mengira batas bawah (floor) dari film pahlawan super itu setidaknya masih berada di angka $250 juta hingga $300 juta. Ternyata film ini bahkan tidak akan mampu mencium angka $200 juta," ujar Lucas Shaw.
Lucas Shaw menambahkan bahwa kegagalan masif ini murni kesalahan strategi manajemen kepemimpinan, mengingat performa sang aktris utama sebenarnya dinilai cukup baik.
Tantangan Manajemen dan Proses Akuisisi Studio
Masalah finansial ini menjadi jauh lebih rumit karena faktor momentum yang tidak tepat. Kegagalan masif film Supergirl terjadi bersamaan dengan proses akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount di bawah David Ellison yang akan segera rampung dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Peter Safran sempat mengeluarkan pernyataan langka ke media The New York Times setelah akhir pekan pertama yang mengecewakan. Ia mengakui hasil tersebut di luar ekspektasi finansial mereka, namun ia berkilah bahwa film ini hanyalah satu bagian kecil dari strategi jangka panjang yang jauh lebih besar.
Di dalam podcast The Town, pernyataan Safran tersebut langsung diartikan sebagai kode kepanikan kepada pemilik baru studio film itu. Narasi tersebut dinilai sebagai pesan memohon kepada David Ellison bahwa mereka memiliki rencana jangka panjang agar tidak dipecat dari jabatan.
Kritik juga diarahkan pada klaim kesuksesan DCU selama ini. Pihak studio sempat merayakan kesuksesan film Superman sebelumnya, namun para analis menilai film tersebut sebenarnya tidak seuntung yang digemborkan jika melihat biaya produksinya yang sangat bengkak.
Hantaman keras dari kegagalan film Supergirl ini membuat posisi James Gunn dan Peter Safran di bawah kepemilikan bos baru diprediksi menghadapi ujian yang sangat berat menjelang ajang San Diego Comic-Con mendatang.