Kurikulum Baru UGM Resmi Berlaku Semester Gasal Akademik 2026/2027

Share

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersiap menerapkan kurikulum baru yang akan mulai berlaku pada tahun akademik 2026/2027, tepatnya sejak semester gasal. Dikutip dari Detikcom, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof Dr Wening Udasmoro, S S, M Hum, DEA, menjelaskan bahwa kebijakan ini merujuk pada Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pendidikan. Penyusunan kurikulum anyar ini juga dirancang dengan menyerap aspirasi dari para alumni, mitra industri, serta pemangku kepentingan terkait.

"Diharapkan kehadiran kurikulum baru ini dapat relevan untuk kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global," kata Wening, dikutip dari laman UGM, Jumat (17/7/2026).

Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr Sigit Priyanta, S Si, M Kom, mengungkapkan bahwa kurikulum baru ini mengusung konsep yang lebih ramping. "Struktur disederhanakan menjadi tiga blok besar dengan 9 tipe pilihan yang jelas, sehingga mudah dipahami mahasiswa dan dikelola prodi," jelas Sigit.

Selain menyederhanakan struktur mata kuliah, kurikulum ini menerapkan pendekatan transdisiplin yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi mereka. Pilihan akademik yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari program second major, intensifikasi minor, hingga jalur akselerasi fast track.

"Mekanisme pengakuan lintas program studi akan kami fasilitasi baik melalui konversi maupun pengakuan langsung, sehingga aktivitas mahasiswa di luar program studi tetap tercatat sebagai bagian dari riwayat akademik," jelas Sigit. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini diyakini mampu mendorong kemampuan mahasiswa dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan kompleks yang ada di masyarakat.

Sistem Belajar Fleksibel dan Aturan SKS

Melalui pilihan second major, program minor, dan mata kuliah elektif, kurikulum ini dirancang untuk mendukung personalisasi pendidikan serta kesiapan kerja mahasiswa.

Selain dibekali keilmuan spesifik, mahasiswa juga didorong untuk mengasah kemampuan bekerja dalam tim, ketahanan diri (resiliensi), serta kecepatan beradaptasi. "Di sini mahasiswa bisa merancang jalur belajarnya sendiri, second major, minor intensification, atau elektif sesuai tujuan karir dan minat riset" ucapnya. UGM menetapkan porsi 23 SKS untuk kurikulum universitas yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa di semua program studi sebagai fondasi identitas akademik bersama.

"Alokasi 23 SKS wajib ini mencakup mata kuliah dasar seperti Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta literasi digital, Sustainable Future Skills, KKN, dan penguasaan bahasa asing," kata Sigit.

Sementara itu, porsi kurikulum inti untuk program studi ditetapkan minimal sebesar 60 persen dari total keseluruhan SKS. Aturan ini memberikan keleluasaan bagi tiap prodi dalam menyesuaikan kurikulum mereka dengan standar akreditasi dan organisasi profesi terkait.

Ketentuan untuk Mahasiswa Lama dan Empat Pilar Utama

Penerapan kurikulum baru ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru UGM tahun akademik 2026/2027. Bagi mahasiswa angkatan lama, pihak kampus memberikan kebebasan untuk memilih jalur studi mereka.

"Sedangkan mahasiswa lama, dapat tetap menggunakan kurikulum lama sesuai ketentuan saat diterima, atau bermigrasi ke kurikulum baru jika diinginkan," kata Sigit. Kurikulum ini dibangun di atas empat pilar utama, yaitu integritas, kemampuan berbahasa asing, kerja sama tim, serta resiliensi. Pilar integritas berfokus pada pembentukan karakter moral mahasiswa, sedangkan penguasaan bahasa asing diarahkan untuk meningkatkan daya saing global.

Adapun pilar kerja sama tim dan resiliensi dirancang untuk melatih ketangguhan mental mahasiswa dalam menghadapi tantangan organisasi maupun profesional.

Wening memaparkan bahwa penekanan pada pilar resiliensi dan kerja tim merupakan langkah taktis untuk mengubah kecenderungan mahasiswa yang sering kali lebih memilih bekerja secara individual. "Kurikulum baru ini diharapkan mampu mengatasi kerentanan tersebut, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi dalam organisasi, masyarakat, dan dunia kerja," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author