Laba Bandai Namco Filmworks Anjlok 43 Persen Lebih
Perusahaan produksi di balik waralaba populer Mobile Suit Gundam, Bandai Namco Filmworks, menghadapi penurunan kinerja keuangan yang signifikan. Seperti dikutip dari Detikcom yang melansir Anime News Network, laba bersih produser anime tersebut merosot tajam pada tahun fiskal sebelumnya. Dokumen laporan keuangan terbaru perusahaan menunjukkan adanya penurunan laba bersih sebesar 43,8 persen.
Pendapatan terpangkas dari yang sebelumnya mencapai 29 juta dollar AS atau sekitar Rp 523 miliar, kini menjadi 20 juta dollar AS atau berkisar Rp 364 miliar. Pihak manajemen tidak membeberkan alasan spesifik di balik kemerosotan angka tersebut dalam laporan resmi mereka. Padahal, pada tahun sebelumnya, Bandai Namco Filmworks telah meluncurkan berbagai proyek game dan anime papan atas.
Sebelum mengalami penurunan laba, studio ini bertanggung jawab atas peluncuran judul besar. Proyek tersebut meliputi Mobile Suit Gundam GQuuuuuuX, One Punch Man Season 3, serta pembuatan ulang versi baru dari Ronin Warriors.
Selain tayangan televisi, perusahaan juga memproduksi film layar lebar berskala besar. Di antaranya adalah That Time I Got Reincarnated as a Slime The Movie: Tears of the Azure Sea, Mobile Suit Gundam Hathaway: The Sorcery of Nymph Circe, serta tiga buah film Star Blazers.
Proyek Berjalan dan Rencana Masa Depan
Bandai Namco Filmworks sebenarnya memiliki lini masa tayangan utama yang dinilai sukses di pasaran. Beberapa proyek mencakup That Time I Got Reincarnated as a Slime musim ketiga, Blue Lock musim kedua, Gundam: Requiem For Vengeance, serta sekuel Code Geass yang bertajuk Roze of the Recapture.
Untuk sektor layar lebar, mereka menghadirkan Blue Lock The Movie, kembalinya seri pertama Star Blazers, dan membawa beberapa seri Gundam ke bioskop. Meski diterpa penurunan laba, manajemen perusahaan tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut proyek-proyek terbaru untuk waralaba Mech Series dan remaster proyek era 1970-an mendatang.