Label Aman Microwave Tidak Selalu Menjamin Wadah Aman Dipanaskan

Share

Wadah makanan takeaway seringkali memiliki label "aman untuk microwave" yang diartikan oleh banyak orang sebagai jaminan aman dipanaskan kembali dalam microwave. Namun, label tersebut sebenarnya hanya menandakan bahwa wadah mampu menahan suhu microwave tanpa meleleh atau berubah bentuk pada kondisi tertentu.

Dikutip dari Detik Food, ahli gizi Sandhaya Pandev menjelaskan bahwa keamanan wadah saat dipanaskan tergantung pada bahan pembuatnya, suhu yang digunakan, kandungan lemak dan gula dalam makanan, serta durasi pemanasan. Oleh karena itu, label "aman untuk microwave" merupakan panduan penggunaan, bukan jaminan mutlak tidak ada zat kimia yang berpindah ke makanan.

Plastik tertentu seperti polipropilena (PP) dengan kode daur ulang #5 dianggap lebih aman untuk pemanasan microwave. Namun, wadah plastik yang tidak memiliki label aman atau yang sudah rusak sebaiknya tidak digunakan untuk memanaskan makanan.

Beberapa jenis wadah seperti styrofoam dan plastik tipis harus dihindari karena mudah meleleh dan berubah bentuk ketika terkena panas microwave. Sandhaya menyarankan untuk memindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik yang stabil pada suhu tinggi dan tidak menimbulkan risiko perpindahan bahan kimia ke makanan.

Sandhaya juga membagikan beberapa tips agar pemanasan makanan sisa lebih aman, antara lain:

  • Memanaskan makanan hingga suhu internal sekitar 74°C.
  • Mengaduk makanan di tengah waktu pemanasan untuk menghindari titik dingin.
  • Menghindari memanaskan makanan dalam wadah yang tergores atau rusak.
  • Jangan menggunakan wadah logam atau aluminium foil kecuali memang untuk microwave.

Dengan mengikuti panduan ini, risiko perpindahan bahan kimia dari wadah plastik ke makanan dapat diminimalkan sehingga menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dipanaskan dalam microwave.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author