Lamborghini Tunda Mobil Listrik Murni Akibat Penolakan Pasar Supercar

Share

Produsen otomotif Lamborghini memutuskan untuk menunda peluncuran mobil listrik murni dan memilih fokus pada pengembangan kendaraan plug-in hybrid akibat pasar segmen supercar yang belum sepenuhnya menerima ekosistem elektrik global pada Jumat (29/5).

Langkah strategis pabrikan asal Sant'Agata Bolognese tersebut diambil setelah mengamati respons pasar terhadap peluncuran mobil listrik pertama kompetitor mereka, Ferrari Luce EV, yang menuai gelombang kritik publik. Konsumen dinilai masih menginginkan sensasi mesin pembakaran internal.

Dilansir dari Detik Oto, kebijakan peralihan teknologi ini dinilai menjadi momentum tepat bagi perusahaan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di kelas kendaraan mewah. Data internal menunjukkan kurva minat konsumen terhadap kendaraan listrik penuh belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.

"Keputusan kami beralih dari mesin konvensional ke plug-in hybrid adalah langkah penting dan sejauh ini berhasil. Kami tidak bicara mengenai kompetitor kami secara langsung, tapi setiap orang punya strategi masing-masing," ujar Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini.

Pihak manajemen menambahkan bahwa inovasi dalam industri otomotif tidak boleh dipaksakan secara terburu-buru. Kesiapan pasar menjadi faktor penentu utama sebelum sebuah pabrikan melakukan perombakan total pada sistem penggerak kendaraan mereka.

"Dengan mengamati pasar, kami melihat kurva penerimaan mobil listrik untuk tipe konsumen kami tidak mengalami peningkatan. Karena itu, kami memutuskan menjauh dari mobil listrik penuh dan beralih ke plug-in hybrid," kata Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini.

Di sisi lain, sentimen negatif terhadap Ferrari Luce EV garapan desainer Jony Ive dipicu oleh perubahan estetika yang dinilai radikal. Tampilan eksterior yang membulat dan interior minimalis serba layar dianggap menghilangkan identitas historis pabrikan berlogo kuda jingkrak tersebut.

Dampak dari penolakan publik tersebut memicu penurunan harga saham Ferrari hingga kisaran 8 persen di bursa saham Milan. Sejumlah tokoh otomotif seperti Luca di Montezemolo dan Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini turut mengkritik hilangnya karakter emosional dari kendaraan listrik baru itu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author