Laptop Terbakar di Pesawat American Airlines Melukai Penumpang

Share

Insiden kebakaran baterai laptop melanda pesawat Airbus A321 American Airlines Penerbangan 2398 rute Atlanta menuju Dallas pada Jumat (21/8/2026). Peristiwa yang terjadi menjelang pendaratan di Bandara Internasional Dallas Fort Worth tersebut sempat memicu kepulan asap di kabin belakang.

Kepala pilot yang bertugas langsung menyampaikan laporan darurat mengenai kemunculan api di area penumpang kepada petugas pengatur lalu lintas udara saat penerbangan mendekati tujuan akhir.

"Kebakaran kabin di bagian belakang pesawat," ujar pilot dalam rekaman audio penerbangan.

Para awak kabin bereaksi cepat memadamkan kobaran api dan segera memindahkan perangkat elektronik yang terbakar tersebut ke area tengah pesawat guna meminimalkan risiko kerusakan struktur.

"Awak kabin sedang berusaha memadamkannya sekarang," lanjut pilot.

Sesaat setelah api berhasil dikendalikan, sang pilot kembali memberikan pembaruan informasi terkait perkiraan jumlah penumpang yang terdampak paparan panas dari perangkat tersebut.

"Sepertinya ada sekitar empat hingga lima penumpang yang mengalami luka bakar akibat laptop tersebut," imbuh pilot.

Penanganan darurat langsung disiapkan di darat sebelum armada mendarat secara aman di area gerbang kedatangan bandara.

"Laptop itu sudah diamankan," kata pilot.

Meski pilot sempat melaporkan adanya potensi lima korban terluka, pengelola Bandara Internasional Dallas Fort Worth mengonfirmasi bahwa hanya satu penumpang yang memerlukan perawatan medis di tempat dan langsung diperbolehkan pulang. Pihak maskapai turut mengapresiasi penanganan sigap dari para awak pesawat.

"American Airlines Penerbangan 2398 mendarat dengan selamat di DFW setelah adanya laporan asap dari perangkat milik pelanggan saat pendaratan. Kami berterima kasih kepada awak pesawat atas profesionalisme dan respon cepat mereka untuk segera mengamankan perangkat tersebut," tulis pernyataan resmi American Airlines.

Berdasarkan panduan Federal Aviation Administration (FAA), baterai lithium-ion pada perangkat elektronik sangat rentan mengalami reaksi panas berlebih atau thermal runaway akibat kerusakan mekanis, pengisian daya berlebih, maupun paparan suhu panas.

"Reaksi thermal runaway dapat terjadi tanpa peringatan akibat berbagai faktor, termasuk jika baterai rusak, terlalu panas, terpapar air, diisi daya berlebihan (overcharged), atau dikemas secara tidak tepat," ungkap FAA dalam panduan resminya.

Data otoritas penerbangan FAA mencatat setidaknya ada 56 hingga 58 insiden terkait baterai lithium yang memicu asap, api, atau panas berlebih di dalam pesawat sepanjang tahun ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author