Lestari Moerdijat Dorong Pemda Perkuat Literasi dan Budaya Baca
Anggota MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan peran serta pemerintah daerah dalam kolaborasi multipihak untuk membangun kecakapan literasi serta pengembangan budaya baca di Indonesia pada Jumat (19/6/2026).
Langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat mendesak demi mengatasi rendahnya ketersediaan dan keterjangkauan akses terhadap bahan bacaan bermutu, termasuk memperluas layanan perpustakaan hingga ke tingkat desa. Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional pada Maret 2026 masih berada di kategori rendah dengan angka 40,6 dari skala 30-49,9.
"Program peningkatan literasi masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Lestari Moerdijat.
Penegasan tersebut disampaikan demi memotivasi sinergi yang lebih terintegrasi dalam penyusunan kebijakan literasi di tingkat regional.
"Sinergi antara para pihak terkait harus diperkuat dengan aksi nyata," sambung Lestari Moerdijat.
Menurut tokoh yang akrab disapa Rerie ini, persoalan utama literasi di tanah air bukan disebabkan oleh ketiadaan minat baca, melainkan kurangnya dukungan masif dalam membentuk ekosistem membaca yang baik sejak usia dini. Ia pun berharap agar dinas pendidikan mampu mengintegrasikan pengajaran literasi ke dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
"Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi," kata Lestari Moerdijat.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) E Aminudin memaparkan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai ujung tombak karena proses pembangunan kecakapan literasi pada dasarnya berlangsung di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Aminudin dalam acara bedah buku 'Literasi di Daerah Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah' pada Kamis (18/6). Selain data IPLM, Perpusnas juga mencatat Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional berada di angka 54,80 yang termasuk dalam kategori sedang.